MOS Bukan Hanya Pamer Seni Grafiti, Bawa Pesan Perdamaian Dunia
Para seniman grafiti internasional menunjukkan kebolehannya di ajang MOS yang digelar di seputar area PT Indaco Warna Dunia, Minggu (17/5). (foto dokumentasi)
KARANGANYAR, POSKITA.co – Penyelenggaraan graffiti tingkat Internasional yakni Meeting of Styles (MOS) tahun 2026 yang digelar di Belazo Art Space (BAS) PT Indaco Warna Dunia menjadi moment sejarah yang makin matang dan solid dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di ajang seni urban yang berlangsung selama dua hari, pada Sabtu (16/5) dan Minggu (17/6) tersebut menghadirkan 50 seniman graffiti dari 19 negara dan menjadi salah satu pertemuan seniman jalanan terbesar di Indonesia.

Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus saat bincang santai di Belazo Art Space (BAS), Minggu (17/5). (foto dokumentasi)
Presiden Direktur (Presdir) PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus mengemukakan, penyelenggaraan tahun kelima ini terasa jauh lebih siap, baik dari sisi panitia, peserta, maupun para tamu internasional yang hadir.
“Yang kami rasakan tahun ini semuanya makin matang. Suasana kerja sama antarpanitia, peserta, dan para graffiti artist dari luar negeri maupun domestik terasa lebih mantap. Acaranya lebih tertib dan proses penggambarannya jauh lebih lancar,” terang Iwan Adranacus di Area BAS, Minggu (17/5).

Adapun MOS pertama kali digelar pada 2022 dan terus berkembang menjadi event graffiti internasional yang mulai diperhitungkan di kalangan seniman urban dunia.
Tahun ini, peserta datang dari berbagai negara seperti Rusia, Yunani, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, hingga sejumlah negara Asia Tenggara.
Lebih lanjut Iwan Adranacus mengatakan, mayoritas seniman yang hadir tahun ini merupakan nama-nama senior di dunia graffiti internasional. Hal itu membuat proses kolaborasi di lapangan berjalan lebih cepat karena para peserta sudah memahami konsep dan kultur MOS.

“Karena lineup tahun ini kebanyakan senior, jadi mereka sudah sangat familiar dengan event ini. Itu yang membuat suasananya lebih cair dan profesional,” katanya.
MOS 2026, lanjutnya, mengangkat tema Togetherness atau kebersamaan. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap kondisi dunia yang saat ini dinilai sedang menghadapi ketegangan geopolitik internasional.
CEO PT INDACO itu menilai seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan di tengah situasi global yang memanas.
“Kami merasa dunia sedang terpecah-belah dengan situasi geopolitik yang luar biasa panas. Karena itu masyarakat dunia perlu diingatkan tentang pentingnya kebersamaan,” jelasnya.
Di tengah wawancara, Iwan Adranacus sempat menyinggung pertemuan dua pemimpin dunia, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menurutnya sama-sama menyampaikan pesan soal pentingnya kerja sama antarnegara dibanding permusuhan.
Meski begitu, kondisi global ternyata juga berdampak langsung terhadap pelaksanaan MOS tahun ini. Beberapa seniman dari Prancis, Belanda, dan Jerman batal datang karena adanya pembatalan penerbangan pada Maret lalu.
“Ada beberapa cancellation dari Eropa Barat. Tapi kami bersyukur peserta dari Eropa Timur akhirnya tetap bisa konfirmasi hadir di minggu-minggu terakhir,” ungkapnya.
Bagi Indaco selaku produsen Belazo Graffiti Aerosol, MOS bukan hanya festival seni, tetapi juga menjadi ajang marketing internasional yang strategis.
Menurut Iwan, banyak graffiti artist luar negeri yang hadir justru merupakan buyer potensial produk Belazo.
“Mereka datang bukan hanya sebagai tamu dan seniman, tetapi juga menggunakan langsung produk Belazo graffiti aerosol. Dari situ mereka bisa melihat kualitas produk kami,” katanya.
Kepercayaan pasar internasional terhadap produk Belazo disebut mulai meningkat sejak penyelenggaraan MOS tahun kedua. Bahkan sejak 2024, Belazo telah melakukan ekspor graffiti aerosol ke sejumlah negara.
Produk terbaru Belazo seri A-Z yang diluncurkan pada 2025 juga mendapat respons positif dari komunitas graffiti internasional maupun nasional.
“Kami bersyukur komunitas graffiti lokal sangat mendukung. Ketika Belazo mulai diterima di mancanegara, antusiasme komunitas graffiti nasional juga ikut meningkat,” papar Iwan mengakhiri pernyataannya. (**)
Tanto

