Perusahaan Makanan Didorong Dirikan Pabrik di Mekkah dan Madinah
Owner Wong Solo Grup, H Puspo Wardoyo memperlihatkan hasil produk makanan siap saji MakanKu kepada Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid di Pabrik Makanan Siap Saji MakanKu di Solo, Kamis (23/4). (foto dokumentasi)
SOLO, POSKITA.co – Perusahaan makanan Indonesia didorong untuk bisa mendirikan pabrik makanan di Mekkah dan di Madinah untuk kebutuhan makan jamaah asal Indonesia. Kerjasama pun bisa diperpanjang hingga 10 tahun.
Perusahaan makanan siap saji “MakanKu” milik Wong Solo Grup yang menyediakan makanan bagi jamaah haji Indonesia di Mekkah dan Madinah mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI.

Perusahaan makanan dibawah bendera PT Halalan Thayyiban Indonesia (HATI) itu mendapat apresiasi setelah Komisi VIII yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII, Abdul Wahid berkunjung ke perusahaan tersebut, Kamis (23/4).
Usai melakukan kunjungan kerja sekaligus beraudiensi dengan Owner Wong Solo Grup, H Puspo Wardoyo beserta jajaran direktur hingga manager, Abdul Wahid mengemukakan, bahwa Komisi VIII akan terus mendorong bagi perusahaan makanan asal Indonesia untuk bisa mendirikan pabrik makanan di Mekkah dan di Madinah dengan harapan dapat mencukupi kebutuhan makan bagi jamaah asal Indonesia. “Bahkan kerjasama dapat diperpanjang waktunya yakni 5 tahun hingga 10 tahun,” terangnya.
Dia juga berharap Kementerian Haji dapat memaksimalkan hubungan dengan pemerintah Arab Saudi agar penyelenggaraan haji dapat memangkas berbagai biaya agar bisa efisien mulai dari pelaksanaan perjalanan, pemondokan hingga penyediaan makanan.
“Servise pelayanan terbaik dan pemenuhan kebutuhan saya dorong dapat ditingkatkan, ini sudah kita bahas terutama dalam membuat regulasi BPKH dan UU Haji yang baru, sehingga jamaah haji kedepan servicenya lebih bagus dan harganya lebih murah, karena kementerian haji fokus pada pelaksanaan haji.
Bagi perusahaan catering yang akan melakukan kerjasama investasi di Mekkah dan Madinah, kata Abdul Wahid, silahkah bersaing, dan berkompetitif secara sehat dan profesional.
Terkait tingkat kebutuhan makan bagi jamaah haji Indonesia, lanjut Politisi Senior Partai Gerindra itu mengatakan, mestinya tidak kekurangan sesuai hasil rapat kerja.
“Namun yang justru jadi kendala, masih ada kendala terkait kontrak yang belum bisa terpenuhi akibat vendor yang memenangkan kontrak kerja saya dengar-dengar belum bisa memenuhi kebutuhan yang tepat dan barang yang baik. Hal ini sudah kami sampaikan di Kementerian Haji,” tandasnya.
Adapun untuk jamaah haji sekarang, lanjutnya, perlu diwaspadai dan dicek kebenarannya, agar tidak ada lagi kendala lagi soal penyediaan makanan bagi jamaah haji Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah di Mekkah dan Madinah.
Ada 4 perusahaan katering yang menyediakan makanan bagi jamaah haji Indonesia, dan Abdul Wahid berharap perusahaan tersebut bisa mendirikan pabrik di Mekkah dan di Madinah, termasuk perusahaan Wong Solo Grup, milik Pak Puspo Wardoyo yang sudah lama melayani makanan bagi para jamaah haji Indonesia.
Tanto/*

