Klaten

Joko Catur Prasetyo, Korban Helikopter Jatuh di Kalbar Telah Dimakamkan di Glodogan

Keterangan Foto: Warga dan kerabat shalat jenazah almarhum Joko alias Mas Bowo usai tiba di rumah duka Perumahan Glodogan Indah, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan.

KLATEN, POSKITA.co – Kabar duka terdengar dari Perumahan Glodogan Indah, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jumat (17/4/2026) pagi. Warga dan kerabat pada bertanya tentang kebenaran berita duka ini, termasuk tetangga almarhum dan teman semasa sekolah atau kerabat lainnya.

Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo (45 th), memang benar menjadi salah satu korban meninggal dunia jatuhnya Helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis (16/4) siang.

Jenazah dibawa pulang ke rumah duka di Perumahan Glodogan Indah, Sabtu (18/4) malam sekitar pukul 18.30 WIB yang dibawa dari Bandara YIA Kulonprogo. Setelah dishalatkan di rumah duka dan masjid Fajar Indah, jenazah dimakamkan di Makam Baru Glodogan di sisi timur Perumahan Glodogan Indah yang jaraknya 300 meter dari rumah duka.

​Almarhum Joko yang akrab disapa Bowo merupakan salah satu dari delapan korban jiwa dalam kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (16/4). Tak bendung, tampak isak tangis keluarga, teman dan tetangga pecah saat ambulans yang membawa jenazah memasuki wilayah Perumahan Glodogan.

​Kepada redaksi, Ketua RW 07 Perumahan Glodogan Indah Slamet Riyadi mengatakan, sangat duka atas meninggalnya sosok yang elegan, senang ngemong warga dan murah senyum. Slemat mengaku mengenal sosok Joko ini sebagai pribadi yang sangat baik, pendiam dan bijaksana. Meski bekerja jauh di Pontianak sebagai karyawan, almarhum dikenal tetap rendah hati dan peduli dengan tetangga.

​”Kami atas nama warga Perumahan Glodogan Indah turut belasungkawa sedalam-dalamnya. Keluarga yang ditinggalkan tetap sabar, kuat dan ikhlas menghadapi ujian ini. Dia itu akrab dengan saya, orangnya sangat bijak, tidak membeda-bedakan orang. Setiap pulang selalu membantu kiri-kanan,” jelas Slamet.

​Slamet juga menceritakan sebuah firasat yang baru ia sadari setelah musibah ini terjadi. Saat pulang Lebaran beberapa waktu lalu, almarhum menitipkan pesan yang tidak biasa kepadanya.

​”Waktu Lebaran kemarin mau balik ke Pontianak, beliau bilang titip Ibu dan jagain Ibu. Biasanya tidak pernah bicara begitu. Saya sempat bingung, kok tumben pesannya panjang lebar. Ternyata itu pesan terakhir beliau,” ujarnya.

​Berdasarkan data yang ada, helikopter PK-CFX yang ditumpangi almarhum sedang dalam perjalanan dinas melakukan checking area di wilayah Kalimantan Barat. Helikopter tersebut lepas landas pukul 07.37 WIB dari helipad PT CMA menuju PT GAN1, sebelum dinyatakan hilang kontak pada pukul 09.15.

​Proses identifikasi sempat memakan waktu karena beberapa korban terjepit badan pesawat di lokasi jatuhnya heli di tengah hutan. Namun, pada Kamis (16/4/2026) malam sekitar pukul 20.00, seluruh korban termasuk almarhum berhasil teridentifikasi. (Hakim)