Sragen

Misteri Di Balik Tewasnya WAP: Benarkah Hanya Satu Pelaku?

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari SIK, MSi saat dikonfirmasi terkait tewasnya pelajar SMPN 2 Sumberlawang. (foto dokumentasi)

SRAGEN, POSKITA.co  – Kasus tewasnya WAP (14), siswa SMPN 2 Sumberlawang, kini memasuki babak baru yang penuh tanda tanya. Meski kepolisian telah mengamankan ADS (14) sebagai pelaku utama, pihak keluarga mencium aroma konspirasi dan bungkamnya para saksi kunci di lokasi kejadian.

Investigasi mandiri yang dilakukan tim kuasa hukum keluarga mengungkap bahwa luka-luka pada tubuh korban mengisyaratkan serangan yang sistematis dan dilakukan oleh lebih dari satu orang.

Asri Purwanti

Fakta kunci, korban WAP, pelajar SMPN 2 Sumberlawang. Pelaku teridentifikasi ADS, saat ini dalam pengawasan/pembinaan. Dugaan saksi 4 orang teman pelaku yang berada di TKP.

Kuasa hukum keluarga korban, Asri Purwanti SH, MH, menyatakan bahwa pola cedera pada tubuh WAP sangat tidak wajar jika hanya dilakukan oleh satu orang anak berusia 14 tahun. Berdasarkan hasil pengamatan fisik, luka ditemukan tersebar di titik-titik vital: Bagian Kepala: Mengalami trauma serius. Area Dada: Diduga akibat benturan tumpul yang keras. Wajah & Pelipis: Luka robek dan memar yang merata.

“Di lokasi kejadian, ada empat teman pelaku yang saya yakini mengetahui peristiwanya. Saya curiga di antara mereka ada yang turut serta, namun mereka takut untuk menceritakan kejadian sesungguhnya atau lebih baik diam agar tidak terseret,” ujar Asri usai audiensi di Mapolres Sragen, Rabu (15/4).

Keluarga korban menuntut keadilan penuh. Mereka mendesak penyidik untuk tidak berhenti pada satu nama. Dalam audiensi yang dihadiri oleh Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, serta pihak Inspektorat, terungkap bahwa pelaku ADS saat ini telah “diamankan” di suatu tempat khusus untuk proses pembinaan.

Namun, status “pembinaan” ini belum memuaskan dahaga keadilan keluarga yang menginginkan proses pengadilan terbuka hingga adanya keputusan hukum tetap (inkracht).

Menanggapi kecurigaan adanya pelaku tambahan, Kapolres Sragen bersikap terbuka namun tetap berhati-hati. Pihaknya tidak membantah adanya kemungkinan tersebut jika ditemukan bukti-bukti baru di lapangan.

“Kami sangat berharap adanya informasi dari keluarga korban maupun masyarakat atas kecurigaan tersebut. Apabila ada yang mengetahui kejadian sesungguhnya, sampaikan kepada kami sehingga ada petunjuk baru yang bisa didalami penyidikannya,” tegas AKBP Dewiana saat ditemui di Kantor Kejari Sragen.

Tanto