Klaten

Bupati Klaten Hamenang Harapkan SPPG Tetap Hati-hati Kelola MBG

Keterangan Foto: Bupati Klaten Hamenang bersama jajarannya kunjungi SPPG di Kalikotes bersama elemen lainnya.

KLATEN, POSKITA.co — Di tengah kesibukannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Bersama jajarannya, tampak mendatangi dan mengecek dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Klaten, Sabtu (11/4/2026) siang. Hal ini dilatarbelakangi laporan masyarakat terkait siswa dan guru yang perutnya mual, pusing dan diare akibat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan ini, meminta pihak pengelola pentingnya mematuhi seluruh standar operasional prosedur (SOP) dalam penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak pengeloa meminta agar temuan permasalahan terkait MBG segera dilaporkan langsung ke Badan Gizi Nasional (BGN) atau Satgas di tingkat Kabupaten, salah satunya melalui kanal aduan Matur Mas Bup. Tujuannya agar permasalahan terkait MBG di Kabupaten Klaten bisa segera ditindaklanjuti.

Pengecekan pertama dilakukan di salah satu SPPG yang berlokasi di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara. Pengecekan tersebut menindaklanjuti kabar yang beredar tentang dugaan keracunan yang dialami siswa SMKN 1 Klaten. Lalu sidak dilanjutkan ke SPPG Satya Haprabu di utara KUA Kecamatan Kalikotes. Pengecekan ke dapur tersebut dilakukan menindaklanjuti dugaan keracunan yang dialami siswa SMPN 1 Kalikotes.

Selain itu, ditemukan beberapa menu ayam yang masih terdapat bulu serta menu sayuran yang sudah berlendir. Ditemui seusai pengecekan, Hamenang menjelaskan langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya mengetahui informasi dari media sosial. Sebelumnya, Pemkab Klaten tidak menerima laporan langsung terkait permasalahan tersebut.

“Oleh karena itu, hari ini kami sama-sama mengecek. Terkait sidak kami di SPP Jonggrangan, ada satu temuan terkait suhu cold storage yang kurang dingin. Nantinya bisa diperbaiki dan kehati-hatian dalam pelayanan ditingkatkan,” pesan Hamenang.

Terkait dugaan keracunan siswa SMKN 1 Klaten, Hamenang mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebabnya. Berdasarkan informasi yang diterima, menu MBG yang disajikan saat itu adalah mi ayam yang dibagikan pada Rabu (8/4/2026). Pengelola SPPG menjelaskan menu mi ayam maksimal dikonsumsi dua jam setelah makanan datang. MBG diserahkan ke sekolah sekitar pukul 09.00 WIB.

“Ternyata itu kan menunya mi ayam, di mana standar konsumsinya maksimal dua jam setelah makanan datang. Tetapi kemarin mungkin ada beberapa kegiatan di sekolah, baru dihidangkan sekitar pukul 12.00 WIB atau sudah tiga jam lebih. Ada juga yang dibawa pulang,” jelas Hamenang.

Saat sidak SPPG di Kalikotes, Hamenang yang didampingi Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih, Supriyono (Kepala Dinas Perhubungan Klaten), Aris Pramana (Kepala Kominfo Klaten), Rizqan Iryawan (Plt Kabag Prokopim Setda Klaten), Hanung Sasmita W selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P Dinkes Klaten), mempertemukan pengelola dapur dengan Kepala SMPN 1 Kalikotes Anik Ariastuti, Ketua Komite SMPN 1 Kalikotes Ponidi dan guru sekolah ini.

Bupati Klaten berkunjung ke SMPN 1 Kalikotes dengan mengadakan tanya jawab kepada siswa dan guru terkait MBG.

Dari keluhan yang diterima, ditemukan menu ayam yang masih berbulu serta sayuran yang berlendir. Pengelola dapur membenarkan adanya temuan tersebut. Hamenang mengatakan, seluruh temuan akan dilaporkan ke BGN, karena kewenangan program MBG berada di pemerintah pusat.

“Kebetulan kepala dapur ada, ahli gizinya ada. Harapan kami kemudian ada perbaikan sehingga tidak terjadi lagi hal-hal semacam ini. Kita minta seluruh SOP pelaksanaan MBG dari hulu hingga hilir benar-benar dijalankan. Dan pihak pengelola dapur berhati-hati dalam menyusun menu,” pesannya.

Saat berita dibuat, suasana telah kembali normal dan semua sudah clear dengan menciptakan kedamaian. Untuk sementara waktu, jelas Anik Ariastuti, karena siswa sudah trauma dengan adanya kekhawatiran jika mengkonsumsi MBG takut kenapa-kenapa, untuk langganan jatah MBG berhenti dulu. SPPG ini juga tak akan mengirimkan lagi MBG ke sekolah ini. (Hakim)