Integrasi Program Speling dan Gerakan Pangan Murah Disambut Antusiasme Warga
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau program Speling dan GPM di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Foto: Humas Jateng
SRAGEN, POSKITA.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan program dokter spesialis keliling (Speling) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam satu tempat. Tak ayal, kegiatan tersebut disambut antusiasme masyarakat.
Hal itu terlihat saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau program Speling dan GPM di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau program Speling dan GPM di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.
Salah seorang warga Desa Gondang, Umi Kulsum mengaku datang bersama anaknya. Ia merasa senang bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis tanpa harus pergi jauh ke rumah sakit.
“Datang ke sini untuk periksa anak. Alhamdulillah bukan karena sakit, tapi bisa ketemu dokter anak. Dikasih tahu juga bagaimana menjaga gizi anak ke depan. Soal stunting juga dijelaskan, alhamdulillah anak saya tidak ada gejala,” ujarnya.
Warga Desa Gondang lain, Bu Jum mengaku tertarik datang ke acara tersebut karena ingin membeli bahan pokok yang harganya lebih murah dibandingkan harga pasar.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau program Speling dan GPM di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.
“Telur ini tadi Rp26 ribu per kilogram, kalau di pasar Rp28 ribu. Bawang putihnya juga lebih murah. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering lagi,” katanya.
Dalam Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Sragen, pemerintah menyediakan berbagai komoditas seperti beras, telur, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Total nilai subsidi harga pangan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp112 juta.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Bahkan jumlah warga yang datang melebihi target pelayanan.
“Antusias warga Sragen sangat tinggi. Kita target melayani 100 pasien yang ikut program speling di desa ini, ternyata yang datang lebih banyak. Dokter spesialis yang hadir di sini antara lain spesialis anak dan obgyn dari RS Moewardi, serta didukung dokter dari puskesmas setempat,” katanya.
Sebagai informasi, Program Speling sendiri bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat, sekaligus mendukung penurunan angka kematian ibu, pencegahan stunting, penanganan TBC, deteksi dini kanker serviks, serta penyakit tidak menular lainnya.
Hingga awal Maret 2026, program ini telah dilaksanakan sebanyak 959 kali di 414 kecamatan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bahkan, program ini telah menyasar lebih lebih dari 93 ribu warga.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) senilai Rp20 juta untuk satu kelompok usaha di Desa Gondang yang beranggotakan 10 orang, serta cadangan pangan pemerintah daerah berupa 1 ton beras untuk 100 kepala keluarga dengan alokasi 10 kilogram per keluarga. (*)
Cosmas

