Klaten

Ajang FKP 2026, Puskesmas Majegan Ajak Masyarakat Waspadai Virus Nipah dan Bahaya Leptospirosis

Foto Atas: Kepala Puskesmas Majegan dr. Efy Kusumawati, MKes mendampingi Camat Tulung Hendri Pamukas dan Rahayu Purwanti, SH MSi selaku Subkoordinator Pelayanan Publik dan Ketatalaksanaan Bagian Organisasi Setda Klaten di acara FKP Puskesmas Majegan 2026.

KLATEN, POSKITA.co – Untuk mengevaluasi dan menyerap aspirasi masyarakat terkait layanan bidang Kesehatan, maka Puskesmas Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten, mengadakan rakor Lintas Sektor (Linsek) dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Puskesmas Majegan di lantai 2 Puskesmas Majegan, Jumat (13/2/2026) pagi.

Acara ini berlangsung sekitar 2 jam dengan penyampaian materi dari Kepala Puskesmas Majegan dr. Efy Kusumawati, MKes dan juga pesan atau pembinaan dari Camat Tulung Hendri Pamukas, SSos MM. Selain itu, dalam kesempatan ini juga hadir dan memberikan pembinaan Rahayu Purwanti, SH MSi atau Mbak Yuyun selalu Subkoordinator Pelayanan Publik dan Ketatalaksanaan Bagian Organisasi Setda Klaten.

Hadir pula dalam Rakor Linsek dan FKP Puskesmas Majegan 2026 ini ada perwakilan Polsek Tulung, Koramil Tulung, sejumlah Kepala Desa, dr. Limawan Budiwibowo, MKes (praktisi ahli Kesehatan), Ketua TP PKK Desa, KUA Kecamatan Tulung, Kepala SMPN 3 Tulung Sri Purwaningsih, SPd MPd, perwakilan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Tulung, Kepala SD/MI wilayah kerja Puskesmas Majegan, tokoh masyarakat, perwakilan MA Darul Arqom Tulung, para ahli, wartawan dan tamu undangan lainnya.

Rahayu Purwanti senang bisa hadir dalam kegiatan Forum Linsek dan FKP Puskesmas Majegan 2026 dan memberikan arahan atau pesan agar pelayanan kesehatan tetap ditingkatkan. Disampaikan sesuai pesan Menteri PANRB RI dan ditindaklanjuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten dalam surat edarannya menegaskan, seluruh penyelenggara pelayanan publik wajib mengadakan forum konsultasi publik.

“Terima kasih Puskesmas Majegan yang telah mengadakan FKP dan di ajang FKP ini diharapkan Bapak/Ibu yang sudah hadir di acara ini bisa memberikan saran atau masukan demi perbaikan layanan yang ada di Puskesmas Majegan. Jadi nanti dari Bagian Organisasi Setda Klaten akan mencatat semua usulan terkait layanan kesehatan dan pada akhirnya suatu saat akan kita tanyakan kepada Kepala Puskesmas Majegan saran masukan apa sudah ditindaklanjuti apa belum,” ungkap Rahayu.

Tampak dr. Limawan Budiwibowo, MKes (praktisi ahli Kesehatan) bersama para tamu undangan hadir dalam acara FKP Puskesmas Majegan 2026.

Setelah FKP selesai, maka Puskesmas Majegan untuk segera melaporkan hasilnya ke Bagian Organisasi Setda Klaten dan setelah dilaporkan ke Menteri PANRB RI. Setiap tahun, Pemkab Klaten melalui Bagian Organisasi Setda Klaten diabsen Menteri PANRB RI, ada berapa unit kerja di Klaten dan unit kerja yang telah mengadakan FKP ada berapa. Bupati Klaten juga mendorong agar unit kerja di awal tahun 2026 ini segera mengadakan FKP dan bisa dilaporkan hasilnya ke Bagian Organisasi Setda Klaten.

Camat Tulung Hendri Pamukas mengapresiasi Puskesmas Majegan yang telah menggelar FKP 2026 yang menjadi sarana untuk evaluasi terkait layanan bidang kesehatan yang yelah dilaksanakan Puskesmas Majegan selama tahun 2025. Dalam FKP ini juga disampaikan berbagai program yang akan dilakukan Puskesmas Majegan yang pada dasarnya berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Beberapa kegiatan Puskesmas Majegan selama tahun 2025 juga telah sukses dilakukan yang merupakan dukungan Kerjasama dari semua pihak, termasuk dukungan unsur TNI/Polri, para Kepala Desa, TP PKK Desa, para relawan, elemen masyarakat dan lainnya. Antara lain kegiatan cek kesehatan gratis berjalan lancar, sarapan bergizi gratis, ILP juga terlaksana, posyandu, imunisasi, senam kebugaran dan lainnya,” jelas Camat Hendri.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Majegan dr. Efy Kusumawati, MKes mengatakan, untuk agenda Speling atau Dokter Puskesmas Keliling tahun 2026 ini senternya di Desa Pomah dan Sudimoro. Puskesmas Majegan akan terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang memuaskan dan menyenangkan.

Kasus pernikahan di bawah umur dan tingginya angka perceraian, Efy telah menggerakkan kadernya untuk menyosialisasikan program peningkatan reproduksi siswa di sekolah-sekolah. Adanya teknologi yang maju, seperti pengaruh HP atau handphone, anak-anak usia SMP sudah hamil duluan. Hal ini harus dicegah atau disikapi secara bijak oleh masyarakat dan bukan saja menjadi tanggungjawab Puskesmas saja.

Puskesmas Majegan juga melaksanakan transparansi aduan masyarakat melalui kanal aduan. Untuk pengawasan makan bergizi gratis (MBG) selama tahun 2025 belum ada dan baru awal Februari 2026 ini, Puskesmas Majegan sudah mendapatkan kepercayaan untuk mengawasi atau monitoring Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur masak program MBG.

Dalam paparannya, Efy Kusumawati juga menyampaikan soal perkembangan kasus leptospirosis per Rabu, 11 Februari 2026 di Kabupaten Klaten jumlahnya ada 51 kasus. Kasus leptospirosis tertinggi di wilayah Kecamatan Trucuk ada 7 kasus, Tulung ada 6 kasus, Wedi 5 kasus, Ceper ada 4 kasus dan untuk Karangdowo, Kalikotes, Juwiring dan Bayat masing-masing ada 3 kasus. Untuk Kecamatan lainnya ada laporan warga terkena leptospirosis antara 1- 2 kasus.

Kepala Puskesmas Majegan dr. Efy Kusumawati, MKes sedang menyampaikan layanan dan capaian kesehatan di Puskesmas Majegan selama tahun 2025.

Leptospirosis ini sangat berbahaya dan masyarakat tetap waspada jangan sampai terkena. Ternyata dari kasus leptospirosis, para petani termasuk tertinggi yang terkena. Leptospirosis ini penyakit serius dan jangan sampai diremehkan. Efy menyatakan, dampak adanya bakteri Leptospira dari urine hewan seperti tikus menular melalui air atau lumpur banjir mengenai luka di kaki atau tangan secara terbuka.

Penyakit ini sangat berbahaya yang dapat mengakibatkan terjadinya gagal ginjal akut, kerusakan hati, meningitis, pendarahan paru-paru, hingga kematian. Gejala khasnya meliputi demam tinggi, mata merah, dan nyeri betis. Efy menyarankan para petani kalau ke sawah menggunakan sepatu boot atau alas khusus. Akan tetapi kalua dirasa belum sembuh benar luka di kaki, dihindari pergi ke ladang atau sawah.

“Kita juga sampaikan adanya kasus penyakit nipah. Nipah ini virus yang belum ada obatnya dan angka kematiannya tinggi. Nipah ini serangannya pada peradangan otak dan gangguan pernafasan. Tandanya demam, sesak nafas dan kejang menjadi tanda kalau ada yang kena nipah. Kita semua harus waspada dan jangan lengah. Dulu kita sering makan mangga, jambu, durian yang jatuh dari pohon dimakan codot atau kelelawar, tolong jangan dimakan. Nipah ini berasal dari air liur kelelawar yang memakan buah pembawa virus,” pesannya. (Hakim)