Pentas Wayang Kulit Baratayuda Joyo Binangun di Sambeng Gondang Gayeng
KLATEN, POSKITA.co – Ratusan warga tampak Bahagia menyaksikan pentas wayang kulit semalam suntuk Bersama dalang Ki Tri Harni Sugondo dengan lakon Baratayuda Joyo Binangun di Dukuh Sambeng, Desa Gondang, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Selasa (3/2/2026) malam.
Kepala Desa Gondang Susanto, SPd mengatakan, setiap bulan Ruwah atau Sya’ban, warga Sambeng, Desa Gondang selalu mengadakan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Baratayuda Joyo Binangun. Dan biasanya digelar saat tanggal 15 Ruwah di dekat makam setempat dengan didukung semua elemen masyarakat Dukuh Sambeng.
Baratayuda Joyo Binangun ini, jelas Susanto, selalu menjadi lakon pentas wayang yang harapannya akan memunculkan semangat warga dalam membangun desa. Baratayuda Joyo Binangun ini adalah kisah puncak perang saudara antara kelompok Pandawa dan Kurawa di Tegal Kurusetra.
“Perang Baratayuda ini dipicu penolakan Duryudana mengembalikan hak kerajaan Pandawa usai masa pembuangan. Dan perang Baratuyuda ini menandai runtuhnya keangkuhan Kurawa dan tanda kemenangan sebuah kebenaran atau dharma dari Pandawa. Perang ini berakhir dengan tewasnya seluruh Kurawa dan berdirinya Astinapura di bawah Parikesit,” jelas Kades Gondang Susanto.
Sementara para Pandawa menang dan berkuasa, namun demikian tetap banyak korban jiwa. Raden Parikesit atau cucu Arjuna telah dinobatkan sebagai Raja Astinapura dengan gelar Prabu Kresnadipayana dan para Pandawa lebih memilih muksa atau meninggal bersama raganya.
Dengan tradisi budaya pentas wayang kulit ini, Susanto berharap warga tetap guyup rukun dan mendukung apa yang menjadi program Pemerintah Desa Gondang. Potensi yang ada di Desa Gondang, termasuk di Dukuh Sambeng ini, tetap bisa semakin ngremboko dan maju berkembang.
“Di Dukuh Sambeng ini dikenal sebagai pusat budidaya ternak bebek dan turun-temurun sudah dikenal. Bebek di Dukuh Sambeng ini menjadi tujuan para pedagang untuk jual beli atau kebutuhan sehari-hari. Kita sampaikan, untuk rest Area yang ada di belakang Balai Desa Gondang saat ini disewakan untuk usaha jual bakso Idola. Semoga Desa Gondang ke depannya juga semakin maju dan warganya tetap kreatif, inovatif dan ngremboko,” harap Susanto.

Sementara itu, anggota DPRD Klaten dari PAN, H. Darmadi, SPd, mengaku senang dan mendukung upaya pelestarian tradisi budaya leluhur dengan pentas wayang kulit semalam suntuk setiap bulan Ruwah. Kekompakan dan kebersamaan warga mendukung pentas wayang kulit ini sangat terasa. Karang Taruna Sambeng juga mendukung dan solid demi suksesnya pentas wayang kulit Bersama dalang Ki Tri Harni Sugondo.
Darmadi berharap, berapapun dana atau anggaran dalam tradisi Ruwahan jelang Puasa Ramadhan, kalau semua warga mendukung dan gotong-royong, akan terasa ringan. Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing menjadi semangat warga dalam mendukung setiap program kegiatan yang ada di kampung.
“Wayangan ini selain nguri-uri kebudayan, juga rasa syukur masyarakat untuk menggelar wayangan, memberikan hiburan bagi masyarakat. Acara wayangan ini barangkali menjadi wadah nguri-uri kebudayawan jawi. Selain wayang sebagai tontonan, wayang juga sebagai tuntunan,” pesan Darmadi.
Dukuh Sambeng ini sebagian kecil masuk Desa Basin, Kecamatan Kebonarum dan sebagian besar Dukuh Sambeng ikut Desa Gondang. Lokasi wayangan berada di RW 6 dan semua warga tetap guyup rukun mendukung. Terkait lakon Baratayuda Joyo Binangun tetap didukung dengan harapan warga bisa memilih ajaran kebaikan atau kebenaran ditunjukkan Pandawa dibandingkan kebathilan yang ditunjukkan kurawa.
Ikut ngalap berkah acara ini, belasan pedagang atau UMKM ikut berjualan di lokasi acara dan hujan tak menjadim hambatan bagi warga untuk menyaksikan pentas wayang semalam suntuk bersama dalang Ki Tri Harni Sugondo yang kebetulan istrinya Mbak Danik asli dari Dukuh Sambeng, Desa Gondang ini. (Hakim)

