Nasional

Puncak Upacara Adat Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X kaping 4

SOLO, POSKITA.co – Pura Mangkunegaran menggelar acara adat Tingalan Jumenengan Kaping 4 Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SIJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkoenagoro X di Pendhapa Ageng, Pura Mangkunegaran, Selasa, 27 Januari 2026.

Acara adat Tingalan Jumenengan dibuka dengan penampilan Korps Musik Korem Warastratama bersama Bregada Mangkunegaran yang membawakan Mars Pareanom dan defile, sebagai sambutan kepada para tamu undangan yang telah hadir.

GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, yang akrab dipanggil Gusti Sura merupakan kakak dari KGPAA Mangkoenagoro X mengatakan, Hari merupakan puncak acara upacara adat Tinggalan Jumenangan KGPAA Mangkoenagoro yang keempat, atau ulang tahun peringatan naik tahta.

“Sebelumnya sudah ada beberapa rangkaian acara, yaitu ada pasar rakyat, night market, forum group discussion dengan kampus-kampus yang berada di Surakarta, opening perpustakaan Mangkunegaran dan lainnya, hari ini puncaknya Tingalan Jumenengan yang keempat,” kata Gusti Sura.

Gusti Sura  berharap untuk tahun ini, Mangkunegaran lebih baik dan lebih Berjaya, serta semakin dekat pada masyarakat dan menjadi wadah atau rumah budaya bagi kita semua.

“Tahun ini sebetulnya kalau diperhatikan ada perbedaan dari tahun sebelumnya, yaitu adanya Royal Lunch di pendhapa dengan Fine Lunch. Juga ada siswa-siswi dari SMP-SMP Surakarta, di mana pada hari berbagai SMP untuk bisa merasakan atau experience bagaimana Tingalan Jumenengan itu seperti ini, tambahnya.

Prosesi Tingalan Jumenengan berjalan dengan khidmat, terutama ketika Beksan Bedhaya Anglir Mendung ditampilkan, R.Ngt.T. Dr. Peni Candra Rini juga memberikan sebuah persembahan dengan judul ‘Asmaradhana Djiwa Djiwa.’

Peralihan dari Je 1958 menuju Dal 1959 dimaknai bukan sekadar pergantian penanggalan, melainkan fase reflektif untuk menata kembali arah langkah.

Tahun Je menitikberatkan pada puncak pertumbuhan dan pengembangan, kemudian periode Dal menjadi waktu untuk menguji konsistensi nilai, memperjelas orientasi, serta memastikan setiap langkah tetap berakar pada jati diri budaya.

Dalam konteks ini, Mangkunegaran menegaskan komitmennya untuk bergerak dengan perencanaan yang matang, berkelanjutan, dan selaras dengan perkembangan masyarakat.

Melalui Sabda Dalem, Tingalan Jumenengan menjadi kesempatan bagi K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, menyampaikan pesan untuk menjaga ruang hidup melalui kesadaran serta mewujudkan keselarasan hidup.

“Dalam menjalani hidup seorang manusia harus meneliti suatu tujuan tetapi tidak boleh kehilangan arah dan cara. Seperti falsafah penunggang kuda, arah perlu dipahami. Melangkah dengan konsisten serta kerja keras jalani dengan ketekunan,” tutur KGPAA Mangkoenagoro X dalam Sabdanya.

Sekitar 1.000 masyarakat yang terdiri dari siswa Sekolah Menengah Pertama, komunitas, serta warga di sekitar Pura Mangkunegaran terlibat dalam Tingalan Jumenengan, merupakan upaya agar masyarakat, khususnya generasi muda, berperan aktif dalam berbagai kegiatan di Mangkunegaran, baik yang bersifat tradisi maupun nontradisi.

Dalam Tingalan Jumenengan tahun ini juga menghadirkan pasar rakyat Mangkunegaran Night Market di Pamedan Mangkunegaran, yang bertepatan dengan Wiyosan Setu Pon.

Penampilan beksan dari Panti Budaya Mangkunegaran, berbagai stan kuliner, fashion, cendera mata, dan aktivitas dari komunitas di Kota Surakarta hadir memeriahkan Pamedan Mangkunegaran sebagai bentuk kolaborasi bersama Mangkunegaran dalam mengembangkan kebudayaan.

Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 4 SIJ KGPAA Mangkoenagoro X menjadi arah laku Mangkunegaran satu tahun kedepan, terus dirawat keberlanjutannya. Mangkunegaran mengupayakan kebahagiaan yang dirawat melalui kesederhanaan dan dijaga lewat kesadaran bersama. (Arya)