Nasional

Kawah Candradimuka di Bukit Lembang: Menempa “Jenderal Masa Depan” di Sespim Polri

Pendidikan bagi para perwira menengah (Pamen) untuk menjadi bintang masa depan dimulai dengan upacara di Gedung Utaryo, Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat (20/1). (foto dokumentasi)

LEMBANG, POSKITA.co  â€“ Udara sejuk di kaki Gunung Tangkuban Perahu menyelimuti Gedung Utaryo, Sespim Lemdiklat Polri, Selasa pagi (20/1/2026). Namun, di dalam ruangan, suasana terasa hangat dan penuh energi. Ratusan perwira menengah (Pamen) berdiri tegak dengan tatapan tajam. Hari itu bukan sekadar seremoni pembukaan pendidikan, melainkan awal dari transformasi besar bagi mereka yang digadang-gadang akan memegang tongkat komando kepolisian di masa depan.

Upacara pembukaan Sespimti Polri Dikreg ke-35 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-66 tahun anggaran 2026 ini resmi menandai dimulainya “penggemblengan” bagi para calon pimpinan tertinggi dan menengah institusi Bhayangkara.

Inkubator Pemimpin Lintas Sektoral

Pendidikan kali ini menegaskan bahwa kepemimpinan masa depan tidak bisa dibangun dalam isolasi. Sespim Polri tahun ini tampil sebagai inkubator kolaborasi lintas instansi.

Berdasarkan laporan Brigjen Pol Eko Suprihanto, tercatat 57 peserta didik Sespimti (Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi) yang terdiri dari 47 personel Polri, 8 dari TNI, serta perwakilan dari Kejaksaan Agung dan Kemenimipas. Sementara itu, Sespimmen (Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah) diikuti oleh 201 peserta, termasuk 13 personel TNI dan dua perwira tamu dari Timor Leste.

Kehadiran perwakilan TNI hingga perwira mancanegara ini menciptakan atmosfer belajar yang kaya akan perspektif keamanan global dan sinergitas antarlembaga.

Enam Pilar Menuju Polri Gemilang

Wakalemdiklat Polri, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, yang memimpin upacara, menyampaikan pesan yang mendalam. Baginya, para peserta bukan sekadar siswa, melainkan “anugerah” bagi organisasi yang harus ditempa dengan serius.

“Saudara adalah perwira-perwira terpilih. Maknai ini dengan rasa syukur yang diimplementasikan melalui proses belajar yang sungguh-sungguh,” tegasnya di hadapan para peserta.

Dalam arahannya, Irjen Pol Achmad Kartiko menitipkan enam filosofi utama yang harus mendarah daging dalam diri calon pemimpin:

Integritas: Menjadikan kejujuran sebagai harga mati untuk menjaga aset terbesar Polri, yaitu kepercayaan publik.

Unggul: Menjadi pemimpin yang haus belajar dan inovatif di tengah situasi yang tak menentu.

Modern: Memeluk teknologi untuk pelayanan yang transparan dan cepat.

Bersih: Menegakkan akuntabilitas tanpa kompromi terhadap penyimpangan.

Nyaman: Membangun harmoni, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.

Bahagia: Sebuah poin humanis yang menekankan bahwa pemimpin yang efektif adalah mereka yang mampu menjaga kesehatan mental dan energi positif bagi anggotanya.

Menatap Masa Depan

Pendidikan ini direncanakan menjadi kawah candradimuka yang tidak hanya mengasah kecerdasan strategi, tetapi juga kematangan emosional. Penunjukan pimpinan kolektif, termasuk Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga sebagai Kasespim, menunjukkan komitmen Polri untuk menghadirkan standar pendidikan kelas dunia.

“Pegang teguh nilai-nilai ini, jalankan pendidikan dengan sepenuh hati,” pesan Wakalemdiklat menutup pengarahannya.

Saat upacara berakhir dan para perwira keluar meninggalkan gedung, ada beban tanggung jawab yang lebih berat di pundak mereka. Di pundak ratusan Pamen inilah, wajah Polri di masa depan akan ditentukan—apakah akan menjadi institusi yang lebih profesional, modern, dan dicintai masyarakat, atau sekadar penjaga status quo.

Lembang hari itu bukan sekadar tempat sekolah; ia adalah saksi bisu lahirnya harapan baru bagi keamanan negeri.

Tanto