Optimalisasi Program Pertemuan Pagi Ceria Dalam Mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di SD Negeri Telukan 02
Oleh: Fatimah Yuliani, Sri Sutarni
Magister Manajemen Administrasi Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari karakter yang terbentuk pada diri siswa. Di SD Negeri Telukan 02, hal ini diwujudkan melalui berbagai program pembiasaan yang terintegrasi dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Salah satu kegiatan yang memiliki dampak signifikan adalah Pertemuan Pagi Ceria. Kegiatan ini bertujuan menciptakan suasana yang menyegarkan secara fisik maupun emosional agar anak – anak siap menerima pelajaran dengan semangat dan konsentrasi yang optimal. Hal ini sejalan dengan program Kemdikdasmen yang diluncurkan pada peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025 dan termuat dalam SE Mendikdasmen No.11 Tahun 2025.
Pagi Ceria sebagai Fondasi Pembentukan Karakter
Pagi hari merupakan waktu paling strategis untuk membentuk pola perilaku anak. Pada jam-jam inilah siswa berada dalam kondisi paling segar, sehingga lebih mudah diarahkan untuk membangun kebiasaan positif. Program ini dirancang untuk membangun suasana sekolah yang hangat, menyenangkan, dan terarah, sekaligus mendukung tercapainya delapan dimensi profil lulusan yang harus dikuasai siswa pada akhir setiap jenjang pendidikan. Delapan profil lulusan tersebut meliputi, Keimanan dan ketakwaaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
SD Negeri Telukan 02 memanfaatkan momen ini untuk mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek pada akhir tahun 2024. Gerakan 7KAIH dirancang dalam mempersiapkan generasi emas, yaitu generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara karakter, sehat jasmani rohani, serta berdaya saing global.
Program Pertemuan Pagi Ceria dimulai sejak siswa memasuki gerbang sekolah. Program ini diharapkan menjadi pembiasaan siswa dalam penguatan pendidikan karakter. Adapun bentuk kegiatan dalam Pertemuan Pagi Ceria antara lain: Senam Pagi Anak Indonesia Hebat, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dan Berdoa Bersama. Kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat, bertujuan memperkuat fisik sekaligus membangkitkan semangat siswa di pagi hari. Aktivitas kedua adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang bertujuan agar memperkuat rasa nasionalisme. Aktivitas terakhir dalam rangkaian “Pertemuan Pagi Ceria” adalah berdoa sebelum memulai pelajaran. Berdoa memberikan waktu kepada siswa untuk merenung dan memohon kelancaran dalam belajar, sekaligus dapat meningkatkan rasa religius.
Integrasi dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Pembiasaan Pagi Ceria bukan sekadar rutinitas, tetapi dirancang selaras dengan tujuh kebiasaan positif yang sedang digencarkan oleh sekolah dalam mendukung suksesnya program pemerintah tentang Gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, diantaranya:
- Bangun Pagi
Kebiasaan bangun pagi mengajarkan anak untuk menghargai waktu, disiplin, dan memulai hari dengan energi positif.
2. Beribadah
Kebiasaan taat beribadah bukan hanya tentang menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual.
3. Rajin Berolahraga
Kebiasaan rajin berolahraga membentuk tubuh yang sehat dan mental yang tangguh.
4. Makan Makanan Sehat dan Bergizi
Pola makan yang sehat dan bergizi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain memberikan energi yang cukup untuk aktivitas harian, konsumsi makanan sehat juga berpengaruh pada keseimbangan emosi dan konsentrasi belajar.
5.Gemar Belajar
Kebiasaan belajar tidak hanya tentang menguasai pengetahuan, tetapi juga membangun karakter pembelajar sepanjang hayat.
6. Aktif Bermasyarakat
Terlibat dalam kegiatan sosial mengajarkan anak tentang nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong.
7. Istirahat yang Cukup/Tidur Cepat
Istirahat yang cukup adalah kunci untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Anak yang memiliki waktu tidur yang baik cenderung lebih segar, fokus, dan kreatif.
Dengan integrasi ini, karakter yang diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi nyata terlihat dalam perilaku sehari-hari.
Strategi Optimalisasi Pagi Ceria di SD Negeri Telukan 02
Agar pembiasaan ini semakin efektif, sekolah melakukan beberapa langkah optimalisasi:
1. Keterlibatan Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan
Pembiasaan hanya akan berhasil jika menjadi budaya bersama. Di Telukan 02, seluruh guru terlibat aktif sebagai teladan positif.
2. Penguatan Peran Guru Kelas
Guru kelas memastikan kegiatan berjalan rutin, mengontrol jurnal harian, dan memberikan umpan balik kepada siswa.
3. Lingkungan Sekolah yang Mendukung
Poster motivasi, sudut literasi, dan area bermain edukatif yang disiapkan untuk memperkuat suasana positif sejak pagi.
4. Pelibatan Orang Tua
Orang tua dilibatkan melalui pengingat untuk menyiapkan perlengkapan anak, memastikan ketepatan waktu, dan mendukung kegiatan literasi pagi di rumah.
5. Monitoring dan Evaluasi Berkala
Sekolah secara rutin mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, memastikan bahwa pembiasaan benar-benar berdampak pada perubahan perilaku siswa.
Dampak Nyata pada Perilaku Siswa
Guru di SD Negeri Telukan 02 mencatat perubahan signifikan setelah program ini berjalan secara konsisten. Siswa lebih tenang, lebih siap belajar, lebih mandiri, serta lebih ceria sehingga menjadi pribadi yang lebih disiplin dan mandiri. **
Editor: Cosmas

