Klaten

Tiga Siswa Terbaik SDN 1 Dukuh Ikut Lomba MAPSI 2026 di SMPN 1 Ngawen

Keterangan Foto: Kepala SDN 1 Dukuh, Bayat, Klaten, Sriyono, SPd MM bahagia dampingi siswa tampil di lomba MAPSI tingkat SD tahun 2026.

KLATEN, POSKITA.co – Setidaknya setiap Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan se Kabupaten Klaten mengirimkan wakilnya di ajang lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) di SMPN 1 Ngawen, Rabu (21/10/2026). Lomba MAPSI tingkat SD Kabupaten Klaten tahun 2026 memang terlihat semarak.

Lomba MAPSI ini kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten yang pelaksananya para guru PAI yang ada di Disdik Klaten dan tim yurinya juga para guru PAI di Kementerian Agama Klaten. Karena dipakai lomba MAPSI, siswa SMPN 1 Ngawen belajar di rumah masing-masing.

Salah satu perwakilan yang ikut lomba MAPSI antara lain Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Bayat mengirimkan wakilnya dari SDN 1 Dukuh yang berada di Dukuh Kalinampu, Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Ada 3 siswa SDN 1 Dukuh yang ikut tampil, yaitu Ainun Maharani dan Dio Putra Bani (ikut lomba duet religi) dan Rafadzan Bima Sakti lomba adzan.

Kepala SDN 1 Dukuh Sriyono, SPd MM membenarkan ada tiga siswanya yang ikut tampil dalam lomba MAPSI tahun 2026 ini. Ajang lomba MAPSI tingkat SD ini dipandang ajang bergengsi dan siswa yang maju merupakan perwakilan siswa yang lolos di tingkat Kecamatan Bayat.

Dalam kegiatan lomba MAPSI di SMPN 1 Ngawen ini, tiga siswa SDN 1 Dukuh didampingi sejumlah guru. Selain Sriyono, juga hadir guru pendamping lainnya Erna, Suwarti, Ayun, Darni, dan Ambar. Hadirnya para guru ini ikut memotivasi anak-anak saat tampil yang sebelumnya sudah disiapkan persiapan tampil 3 minggu.

Sriyono menambahkan, untuk SPMB atau system penerimaan murid baru tahun ajaran baru, sekolah mentargetkan bisa mendapatkan murid baru kisaran 25 anak. Untuk aturannya per rombel hanya boleh maksimal 28 anak dan pada SPMB tahun 2026 lalu, siswa kelas 1 hanya dapat 15 anak. Sebagai daya tarik sekolah, keunggulan dan prestasi siswa tetap ditingkatkan dengan berbagai pendekatan ke masyarakat.

Terkait lomba MAPSI ini, ujar Sriyono yang tinggal di Desa Banyuripan, Bayat, tetap bermanfaat. Salah satu tujuan lomba MAPSI ini bisa jadi ajang mengasah bakat dan kemampuan siswa dalam bidang keagamaan Islam dan mencetak siswa berkarakter.

Lomba MAPSI tingkat SD di SMPN 1 Ngawen antara lain ada lomba keterampilan Adzan dan Iqamah, seni tilawatil Qur’an (MTQ), tahfiz Al-Qur’an, pidato atau khitobah, seni kaligrafi, khat, lomba Macapat Islami, seni Rebana dan lainnya.

Dari pantauan redaksi, salah satu lomba yang paling gayeng adalah lomba rebana atau hadrohan yang digelar di sisi timur Gedung ruang guru SMPN 1 Ngawen. Panggung besar dibuat dan terlihat 3 orang yuri berpengalaman serius memberikan penilaian. Juga ruang kelas dengan lomba duet religi dengan lantunan musik Islami yang membuat suasana gayeng. (Kim)