BudayaSoloraya

SIPA 2016 dengan Semangat ‘Kinetic Kinship: Beyond Boundaries, Tegaskan Posisi sebagai Festival Seni Internasional

SOLO, POSKITA.co – SoLo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali hadir menyapa warga Solo Raya dengan menghadirkan delegasi dari berbagai belahan dunia dan Nusantara, SIPA terus berkembang sebagai platform strategis bagi pertukaran budaya dan kolaborasi artistik lintas negara.

Melalui semangat “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries,” dengan semangat baru, menandai konsistensi penyelenggaraan tahun ke-18 yang semakin mempertegas posisinya sebagai festival seni pertunjukan internasional di Kota Surakarta. 

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan konsep, tema, serta kekuatan kolaborasi lintas budaya yang akan dihadirkan dalam perhelatan SIPA tahun ini.

Direktur SIPA, Dr. R. Ayu Irawati Kusumorasri M.Sn., menyampaikan SIPA 2026 merefleksikan keterhubungan budaya yang melampaui batas geografis, tradisi, dan ekspresi seni.

“Tahun ini, SIPA diramaikan oleh partisipasi dari empat negara dan sembilan daerah di Indonesia, yang menghadirkan karya-karya sarat makna budaya serta eksplorasi artistik, mulai dari tari, musik, hingga seni teatrikal,” ujarnya, Rabu, 9 September 2026 saat menggelar konferensi pers di Pendopo Balai Kota Surakarta.

Tahun ini, rangkaian acara SIPA 2026 juga akan mengadakan Welcome Dinner bersama delegasi Indonesia dan mancanegara pada Rabu, 9 September 2026, pelaksanaan pementasan selama tiga hari berturut-turut pada Kamis hingga Sabtu (10-12/09/2026) di Pamedan Pura Mangkunegaran Surakarta, serta SIPA Mart pada Sabtu, 12 September 2026 di Sekretariat Bersama Kota Surakarta.

Dr. R. Ayu Irawati Kusumorasri M.Sn, dalam sesinya, mengungkapkan SIPA 2026 berkomitmen untuk menjadi sebuah lambang harmonisasi masyarakat Indonesia di tengah situasi yang cukup tidak stabil. Hal ini ditunjukan dengan penambahan tagline “….” pada tema “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries”.

Secara garis besarnya, Opening Ceremony memperkenalkan Ambassador SIPA 2026 Gondrong Gunarto bersama Semarak Candrakirana, Ekosdance Company, Sanggar Sikambang Manih dalam satu panggung yang sama.

SIPA Festival hari pertama akan dilanjutkan dengan penampilan dari tiga delegasi luar negeri meliputi, Ohinemataroa (New Zealand), Nomadart (Korea Selatan), Seed Dance Соmpany (Таiwan) dan dalam negeri yaitu Kemantren Langenpraja Mangkunegaran (Surakarta), dan Gaung Marawa (Sumatera Barat).

SIPA hari kedua akan diramaikan oleh penampilan dari AYI Dance Papua (Papua), Gigi Arts of Dance (Jakarta) SyuRei by Ryukyu Arts Embassy (Jepang), Komunitas Seni Hitam Putih (Padang Panjang), dan Smara Tantra (Solo).

Hari terakhir SIPA Festival akan menghadirkan penampilan dari Aceh Performing Arts ISBI Aceh (Aceh), Syurei by Ryukye Arts Embassy (Jepang), Sanggar Bunga Rosina (Dumai), Centempory Dance Company Jayu (Korea Selatan) Company Danzak Jepang), Sanggar Seni TITIAN AKA (Sumatera Barat), dan KITA! 1010 SEPTET (Jepang)

Dalam jumpa pers ini, perwakilan delegasi dari Nomadart dari Korea Selatan dan Seed Dance Company dari Taiwan, membagikan sedikit gambaran tentang pertunjukan yang mereka tampilkan.

Choi Jae Hyuk dari Nomadart mengatakan, “kami semua menantikan karya kami dilihat di Indonesia dan Kami sangat bersemangat.”

SIPA 2026 sendiri akan berlangsung pada 10-12 September 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran. Masyarakat dapat menghadiri SIPA 2026 secara langsung maupun secara streaming di kanal YouTube SIPA Festival secara gratis. (Arya)