Doa Minta Hujan Ribuan Santri Ikuti Salat Istisqa
SOLO, POSKITA.co – Musim kemarau berkepanjangan dan adanya bencana Karhutla, hingga terbakarnya Putri Cempo, ribuan santri doa bersama.
Ribuan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Budi Utomo serta masyarakat mengikuti salat Istisqa untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera tiba.
Salat Istisqa digelar di Halaman Ponpes Budi Utomo, pada Rabu (9/9) pagi, sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau panjang.
Selain memohon turunnya hujan, doa bersama juga ditujukan untuk membantu meredakan berbagai bencana yang dipicu akibat kemarau panjang, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo.
Pimpinan Ponpes Budi Utomo, Drs Thoyibun MM mengemukakan, salat Istisqa sebagai bentuk kepedulian pesantren terhadap kondisi masyarakat yang sudah cukup lama menghadapi minimnya hujan.
“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian karena sudah lama tidak hujan. Kita salat dua rakaat untuk meminta hujan,” kata Thoyibun.
Lebih lanjut dia mengatakan, yang dipanjatkan tidak hanya untuk wilayah sekitar Ponpes Budi Utomo. Hujan diharapkan segera turun secara merata di berbagai daerah di Indonesia sehingga persoalan kekeringan dan bencana akibat minimnya air dapat teratasi.
“Tujuannya tidak hanya hujan di sekitar kita, tetapi juga untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Untuk meredakan kebakaran di hutan-hutan, di Putri Cempo, dan banyak sumur yang mulai kering,” terangnya.
Thoyibun berharap turunnya hujan dapat menjadi pertolongan bagi masyarakat. Ketersediaan air yang kembali melimpah juga diharapkan membuat tanaman dan tumbuh-tumbuhan kembali subur.
“Harapannya seluruh masyarakat mendapat pertolongan. Tumbuh-tumbuhan bisa subur. Sehingga negeri kita betul-betul gemah ripah loh jinawi dan negara lebih tenteram,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Surakarta, Muhammad Zain SH, MH mengapresiasi pelaksanaan salat Istisqa yang digelar Ponpes Budi Utomo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau panjang.
“Kami dari LDII Surakarta mengapresiasi atas salat Istisqa yang diinisiasi pihak Ponpes. Ini wujud membantu para ulama memohon hujan,” tandas Zain yang selama ini juga dikenal sebagai advokat dan pengusaha.
Dia menyebut kondisi kekeringan saat ini turut berdampak pada sejumlah persoalan di Kota Solo. Salah satunya kebakaran di TPA Putri Cempo yang penanganannya membutuhkan ketersediaan air.
“Termasuk kebakaran di Kota Solo terkait Putri Cempo. Dengan adanya kurangnya air di sumur-sumur, mudah-mudahan bisa segera teratasi dan bisa turun hujan,” katanya.
Meski demikian, Zain berharap hujan yang turun nantinya merupakan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Bukan hujan deras yang justru menimbulkan bencana.
“Kami berharap hujan yang barokah, bukan hujan yang membahayakan, tetapi bisa memberi rezeki kepada masyarakat sekitar,” tuturnya.
Zain menambahkan, LDII juga mendorong pelaksanaan salat Istisqa di tingkat organisasi di berbagai daerah. Imbauan tersebut tidak hanya berasal dari tingkat daerah, tetapi juga dari DPP LDII agar kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh Indonesia.
“Kami mengimbau kepada Pengurus Cabang LDII se-Solo, bahkan dari DPP LDII juga ada imbauan kepada LDII seluruh Indonesia mengadakan agenda salat Istisqa. Karena memang kondisi saat ini kemarau sangat panjang, sehingga perlu salat ini agar segera hujan,” harapnya..
Selain memohon turunnya hujan, rangkaian doa bersama tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana. Zain berharap mereka segera mendapatkan pertolongan dan dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal. (**)
Tanto

