Klaten

BPIP Jakarta Sosialisasi Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila di SMPN 2 Trucuk, Perkuat Pancasila Tidak Boleh Roboh

Keterangan Foto: Kepala SMPN 2 Trucuk Aniek Sugesti Handayani, SPd MPd bersama perwakilan siswa foto Prof. Dr. Agus M Najib, SAg MAg (Plt Direktur Jaringan Pembudayaan BPIP Jakarta) dan Ibnu Tri Wijaya, SH MH (Analis Hukum BPIP) di ruang pertemuan sekolah, Kamis, 20 Agustus 2026.

KLATEN, POSKITA.co – Kepala SMPN 2 Trucuk, Klaten, Aniek Sugesti Handayani, SPd MPd tampak bersemangat menyambut kedatangan rombongan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat Jakarta, Kamis (20/8/2026) pagi. Sekitar 100 siswa didampingi guru juga hadir menyambut tamu dari BPIP ini.

Hadir dari BPIP Pusat Jakarta yang memberikan materi Prof. Dr. Agus M Najib, SAg MAg selaku Plt Direktur Jaringan Pembudayaan BPIP Jakarta dan Ibnu Tri Wijaya, SH MH selaku Analis Hukum Ahli Madya. Sementara anggota BPIP lainnya ada yang bertugas sebagai operator slide proyektor dan ada pula yang bagian penyiapan materi buku atau pengkondisian ruangan.

Kepada redaksi, Aniek Sugesti Handayani mengatakan, agenda ini merupakan sample dari BPIP Pusat Jakarta terkait pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Untuk pertemuan di hari Kamis ini, jelas Aniek, ada 4 sekolah yang mendapatkan materi pembinaan terkait pembudayaan nilai-nilai Pancasila.

“Jadi hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026, BPIP Pusat Jakarta mendatangi empat sekolah, yaitu SMPN 2 Trucuk dan SMPN 1 Cawas di sesi pagi. Lalu di sesi siang materi pembinaan BPIP di SMPN 2 Cawas dan SMPN 3 Cawas. BPIP terbagi dua tim dengan materi pembudayaan nilai-nilai Pancasila,” ujar Aniek mantap.

Prof. Dr. Agus M Najib mengatakan, Pancasila ini pondasi negara. Istilahnya rumah atau gedung ada pondasinya. Nah, pondasi negara adalah Pancasila atau diibaratkan kalau ada tembok rusak, genting bocor, maka perlu renovasi. Akan tepai pondasi rumah atau Pancasila tetap harus berdiri kokoh tak boleh roboh.

Pancasila ini, jelas Najib, menjadi pemersatu dan perekat bangsa Indonesia yang majemuk. Negara Indonesia ini ada sekitar 17 ribu pulau dengan 700-an bahasa. Juga ada ribuan suku dan agama yang berbeda atau Bhinneka Tunggal Ika. Kalau tidak ada Pancasila, ujar Najib, Indonesia tak bisa menyatu.

“Kalau tdiak ada Pancasila, Indonesia bisa bubar. Kalau negara bubar, biasanya akan terjadi konflik. Maka BPIP punya tugas mulia bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa teraktualisasikan secara nyata di negeri ini. Pancasiula terus dijaga dan dirawat dengan baik,” pesan Najib.

Hal senada juga dikatakan Ibnu Tri Wijaya, bahwa Pancasila ini menjadi benteng terakhir pertahanan NKRI. Generasi muda, termasuk siswa SMPN 2 Trucuk ini, diberikan materi terkait pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Ada 100 siswa yang hadir dalam pembinaan ini dan nantinya bisa menularkan wawasan yang didapat ke siswa lainnya.

Anggota Prastisena Atmawira SMPN 2 Trucuk bersama guru dan siswa lainnya foto bersama tamu dari BPIP Jakarta usai acara.

“BPIP Jakarta ini Badan di bawah langsung Kepresidenan dan bertanggungjawab dalam menjaga NKRI tetap utuh. Pancasila sebagai pondasi negara jangan sampai runtuh, maka generasi muda kita ajak untuk bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian,” pesan Ibnu.

Dalam acara ini, sejumlah siswa yang aktif di ekstra PBB tergabung dalam Pratisena Atmawira menunjukkan kemapuannya sebelum acara pembinaan BPIP Jakarta. Mereka dengan penuh percaya diri menunjukkan konfigurasi PBB dan membuat kagum semua yang hadir, termasuk BPIP Jakarta. BPIP di akhir acara menyerahkan bantuan buku-buku pidato karya Soekarno dan buku lainnya. (Hakim)