Bondet Wrahatnala: Pastikan Kualitas dan Integritas Karya Ilmiah Melalui Mendeley dan Zotero
Dari kiri ke kanan, M. Ali Nurhasan Islamy, S.Sos., M.A. (Kepala UPA Perpustakaan ISI Surakarta), Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. (Rektor ISI Surakarta), Dr. Drs. H. M. Arif Jati Purnomo, M.Sn, (Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta); Joko Setiyono, S.Sos. (Ketua Panitia Workshop Perpustakaan) Foto: dokumentasi ISI
SOLO, POSKITA.co – Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., membuka secara resmi Workshop Perpustakaan; Manajemen Referensi Mendeley dan Zotero, Rabu (5/8/2026) di Ruang Seminar Pascasarjana ISI Surakarta.
Narasumber diantaranya Ario Adi Prakoso, S.Hum., M.A. (Kepala Lab. Inovasi Perpustakaan Ibn Al-Nadim Universitas YARSI Jakarta) dan Suwondo, S.Hum., M.Kom. (Kepala UPT Perpustakaan & UNDIP Press Semarang). Workshop ini diikuti lebih dari 50 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga pendidikan, mahasiswa, dan pustakawan.

Dalam sambutannya, Rektor ISI Surakarta menyampaikan bahwa di tengah derasnya informasi dan juga semakin terbukanya akses sumber pengetahuan, tantangan kita saat ini tidak lagi pada persoalan mengumpulkan informasi, tapi bagaimana kita bisa mengelola informasi itu dengan penuh tanggung jawab. “Pada dunia akademik kualitas sebuah karya itu harus diukur dari kejujuran intelektual dalam mengikuti kontribusi pemikiran orang lain. Jadi tidak hanya gagasan yang ditawarkan, tetapi juga bagaimana kemudian kejujuran intelektualnya,” kata Bondet Wrahatnala.

Lebih lanjut Bondet menyatakan, salah satunya adalah bagaimana cara dia mengutip sumber referensi, itu kejujuran intelektual yang paling dasar. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan perangkat manajemen referensi seperti Mendeley dan Zotero bukan lagi sekedar kemampuan teknis, namun keduanya juga merupakan sebuah instrumen untuk bisa membangun budaya akademik yang tertib, profesional dan tentunya berintegritas.
Bondet Wrahatnala memaparkan ketika sitasi dilakukan dengan benar, kemudian daftar pustaka tersusun secara akurat, setiap sumber dihargai sebagaimana mestinya, maka sesungguhnya kita sedang menegakkan etika keilmuan.
Nah, sebagai perguruan tinggi seni, ISI Surakarta memiliki kharakter yang khas. Banyak karya ilmiah yang lahir dari praktik-praktik artistik, penelitian berbasis penciptaan, maupun kajian seni dan budaya memanfaatkan berbagai sumber, mulai dari buku, jurnal, arsip, hingga dokumentasi audio visual. Dan kompleksitas tersebut itu justru menentukan kemampuan kita dalam mengelola referensi yang semakin baik, sehingga karya-karya yang dihasilkan dapat memiliki kredibilitas akademik yang tinggi.
Lanjut kata Rektor, saya sangat mengapresiasi UPA Perpustakaan ISI Surakarta yang terus mengembangkan perannya. Hari ini perpustakaan berperan sebagai pusat literasi akademik yang mendampingi civitas akademika sejak proses pencarian informasi, pengelolaan referensi, hingga memastikan kualitas dan integritas karya ilmiah melalui edukasi tentang etika penggunaan informasi dan layanan similarity.
Sejalan dengan arah pengembangan ISI Surakarta sebagai artistik research university, kita ingin membangun ekosistem riset dan pekerjaan yang semakin berkualitas, berdampak, dan juga diakui secara nasional maupun internasional. Target itu tidak cukup hanya didukung oleh kreativitas, namun juga budaya akademik yang kuat, tata kelola penelitian yang baik, serta kemampuan dan kemanfaatan teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab. Saya berharap workshop ini tidak berhenti sebagai kegiatan saja, namun kesempatan ini bisa menjadi semacam momentum untuk membangun sebuah habit baru yang mulai membiasakan mengelola referensi sejak awal.
Kemudian dalam laporannya, ketua panitia workshop perpustakaan; Joko Setiyono, S.Sos. menuturkan workshop ini merupakan bagian dari UPA Perpustakaan ISI Surakarta yang berupaya peningkatan literasi informasi dan kompetensi akademik civitas akademika dalam pengelolaan referensi ilmiah, penyusunan sitasi, serta pembuatan daftar pustaka secara otomatis dan sesuai kaidah akademik. Ketua juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor ISI Surakarta atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan, kepada para narasumber yang berkenan berbagi pengetahuan, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan ini.
Narasumber Ario Adi Prakoso dan Suwondo dalam workshop ini lebih banyak praktik dan simulasi secara langsung menggunakan aplikasi Mendeley dan Zotero, dan diikuti sangat antusias oleh sebagian besar peserta. Ario menyampaikan bahwa Mendeley mempermudah pengelolaan informasi ilmiah, medukung proses penelitian dari pencarian hingga publikasi, mendukung kolaborasi serta penyimpanan referensi berbasis cloud, membantu menghasilkan sitasi yang konsisten dan akurat serta menjadi salah satu kompetensi penting bagi pustakawan di era digital. Sedangkan Suwondo berkata bahwa, Reference manager seperti Zotero membantu kita focus pada penelitian, bukan pada pengelolaan referensi, sehingga penulis lebih professional dan produktif.
Terakhir, M. Ali Nurhasan Islamy, S.Sos., M.A. (Kepala UPA Perpustakaan) dalam pidato penutupan bertutur; hampir setiap tahun perpustakaanmengadakan workshop, pelatihan dan seminar, namun kali ini UPA Perpustakaan mengadakan Workshop Manajemen Referensi Ilmiah dengan Mendeley dan Zotero: Optimalisasi Sitasi, Pencegahan Plagiarisme, dan Penyusunan Daftar Pustaka Otomatis. Menggaris bawahi apa yang disampaikan Rektor dalam sambutannya: manajemen referensi dapat membantu penulis, peneliti, mahasiswa, dan dosen dalam mengelola sumber pustaka, membuat sitasi dan membuat daftar pustaka secara otomatis. Terutama Mendelay dan Zotero ini merupakan aplikasi manajemen referensi yang banyak digunakan dalam dunia akademik, banyak manfaatnya, antara lain; menghemat waktu dalam penulisan karya ilmiah, mempercepat pembuatan sitasi dan daftar pustaka, mendukung berbagai gaya sitasi, dan gratis dengan fitur dasar. Ali berterima kasih kepada semua pihak karena acara telah berjalan dengan baik dan sukses, serta mohon maaf jika dalam penyelenggaraan workshop ini kurang baik, masih jauh dari sempurna.
Cosmas

