Dari Secangkir Kopi Lahir Gagasan untuk Kampus
Silaturahmi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Kelas Karyawan Semester 3 di The Gade Coffee, Surakarta
SURAKARTA, POSKITA.co – Secangkir kopi, obrolan santai, dan suasana penuh keakraban menjadi awal lahirnya berbagai gagasan untuk kemajuan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Boyolali (UBY). Itulah yang tergambar dalam kegiatan silaturahmi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Kelas Karyawan Semester 3 yang digelar di The Gade Coffee, Surakarta, Sabtu (18/7).
Alih-alih sekadar berkumpul di luar jam kuliah, pertemuan tersebut berkembang menjadi ruang dialog yang hangat antara mahasiswa dan dosen. Berbagai pengalaman, aspirasi, hingga ide-ide baru mengalir tanpa sekat, memperlihatkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.
Silaturahmi dihadiri dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UBY, Topan Setiawan, S.Sos., M.I.Kom. dan Fanny Hendro A.P., S.Sos., M.I.Kom., bersama mahasiswa yang berasal dari berbagai profesi. Di antaranya Iriana, pengajar praktisi media dan periklanan; Kayla, praktisi tour and travel; Mulianto, pegawai BPJS Kesehatan; Linda, anggota POLRI; Isanti, seorang entrepreneur; serta Gunarto, pendidik di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Keberagaman latar belakang tersebut membuat diskusi berlangsung hidup. Pengalaman yang dibawa masing-masing peserta menjadi bahan pembelajaran bersama sekaligus memperkaya perspektif mengenai dinamika komunikasi di berbagai bidang pekerjaan.
Selain mempererat silaturahmi, forum tersebut dimanfaatkan untuk membahas pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi UBY. Mahasiswa menyampaikan berbagai masukan terkait peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kolaborasi akademik, pengembangan kompetensi praktis, hingga perlunya program-program yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia industri komunikasi.
Menurut Topan Setiawan, ruang dialog informal seperti ini memiliki nilai yang tidak kalah penting dibandingkan proses pembelajaran di kelas. Melalui komunikasi yang cair, hubungan antara dosen dan mahasiswa menjadi lebih dekat sehingga ide-ide kreatif lebih mudah tumbuh.
“Belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Kadang justru dari percakapan sederhana sambil menikmati secangkir kopi lahir gagasan-gagasan besar. Mahasiswa kelas karyawan membawa pengalaman profesional yang luar biasa beragam. Pengalaman itu menjadi kekuatan yang memperkaya proses belajar sekaligus menjadi modal penting untuk membangun Program Studi Ilmu Komunikasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Fanny Hendro A.P. menegaskan bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi UBY terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami ingin membangun program studi yang bertumbuh bersama mahasiswanya. Setiap aspirasi, kritik, maupun ide yang muncul dalam forum seperti ini menjadi masukan berharga untuk terus melakukan pembenahan. Kampus harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu mendengar, beradaptasi, dan berkembang bersama seluruh sivitas akademika,” katanya.
Para mahasiswa pun menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap forum serupa dapat diselenggarakan secara rutin sebagai wadah berbagi pengalaman lintas profesi, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap almamater.
Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana sederhana itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan biasa. Di balik secangkir kopi, tumbuh komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang lebih erat, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan berbagai inovasi bagi kemajuan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Boyolali. Bagi para peserta, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa ide-ide besar sering kali lahir dari ruang-ruang sederhana ketika orang-orang yang memiliki tujuan yang sama duduk bersama dan saling mendengarkan.
Cosmas/*

