Soloraya

Solo Siaga Lebaran 2026: 1.000 Personel Gabungan Siap Amankan Mudik dengan Sentuhan ‘Hospitality’

Foto: dokumentasi

SOLO, POSKITA.co  – Menghadapi ledakan arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, Kota Solo bersiap habis-habisan. Sebanyak hampir 1.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemkot Surakarta dikerahkan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 untuk memastikan “Kota Bengawan” tetap ramah dan aman bagi para pemudik.

Bukan sekadar penjagaan ketat, pengamanan tahun ini mengusung konsep Hospitality and Safety. Artinya, petugas di lapangan tak hanya menjaga ketertiban, tapi juga berperan sebagai pelayan masyarakat yang humanis.

Ada yang berbeda pada mudik tahun ini. Polresta Solo menghadirkan asisten digital bernama SIPOLAN (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas). Layanan berbasis pemindaian barcode dan WhatsApp ini tersebar di terminal, stasiun, hingga objek wisata.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menjelaskan bahwa pemudik kini punya “pemandu jalan” di saku mereka. Melalui SIPOLAN, masyarakat bisa mengakses: Update Arus Lalin: Pantauan jalur utama dan rute alternatif. Direktori Penting: Lokasi pos pengamanan, rumah makan, tempat ibadah, hingga destinasi wisata. Emergency Service: Bantuan darurat jika mengalami ban bocor atau kehabisan BBM.

“Masyarakat cukup scan barcode yang tersedia. Jika ada masalah di jalan, lapor saja, nanti akan langsung kami fasilitasi dan tindak lanjuti,” tegas Kombes Pol Catur, Kamis (12/3/2026).

Solo Jadi Magnet Pemudik, Masjid Transit Disiapkan

Sebagai jantung dari aglomerasi Solo Raya (Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri), Solo diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan yang signifikan. Mengingat ruas jalan yang tidak bertambah, petugas akan fokus pada titik-titik rawan macet, terutama di area pusat kuliner dan wisata religi.

Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk menyambut para tamu yang pulang kampung.

“Solo adalah destinasi favorit. Kami sudah siapkan sejumlah masjid sebagai tempat transit serta kantor-kantor kecamatan yang disulap menjadi rest area sementara agar pemudik bisa beristirahat dengan nyaman,” ujar Respati.

Petugas akan disiagakan secara ekstra pada jam-jam krusial, seperti waktu berbuka puasa, jam makan siang, serta di jalur menuju objek wisata populer. Pendekatan persuasif akan diutamakan agar para pengemudi yang melintasi wilayah Jawa Tengah, khususnya Solo, merasa pulang ke rumah sendiri.

Tanto/*