PBL Tingkatkan motivasi Siswa Belajar PPKn

Spread the love


Oleh: Prapti Haryani,S.Pd
Guru Mata Pelajaran PPKn
SMA Negeri 1 Gemolong

Adanya fenomena pembelajaran jarak jauh yang cukup lama membuat pembelajaran di semua mata pelajaran menjadi kurang kondusif,seperti terjadi ketidaktuntasan belajar dan mengajar serta motivasi belajar peserta didik termasuk pada pembelajaran PPKn. Sikap belajar peserta didik yang kurang maksimal saat pembelajaran jarak jauh menjadi terbawa saat mereka telah berada dalam pembelajaran tatap muka. Peserta didik kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran PPKn. Kondisi tersebut semakin terlihat saat guru menyajikan konsep menggali ide/gagasan pendiri bangsa tentang dasar negara. Terlihat jelas peserta didik tidak memiliki motivasi belajar,sehingga kurang memahami dan menguasai konsep tersebut.

Menurunnya motivasi belajar peserta didik ditunujukkan dengan sikap peserta didik seperti tidur saat guru mengeksplor materi pembelajaran, bermain smartphone, atau melaksanakan kegiatan lainya yang tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran. Adapun perubahan lain yang terjadi pada peserta didik yang menunjukkan kurangnya motivasi antara lain tidak tertarik dengan materi yang disampaikan oleh guru,sarana dan prasarana pembelajaran kurang memadai berupa jaringan wiffi yang kurang stabil masih sulit diakses dan lcd/proyektor yang terkadang rusak,siswa malas mengerjakan soal dan berpikir kritis,siswa malu mengemukakan pendapat,mengkakses sosial media saat pembelajaran di laksanakan,serta kurangnya media ajar
dan belum diterapkannya model pembelajaran inovatif oleh guru di kelas.

Sebagai guru yang mengampu pembelajaran PPKn di SMA negeri 1 Gemolong Kabupaten Sragen,,penulis berupaya keluar dari zona nyaman dan melakukan perubahan dalam penyajian pembelajarannya di kelas,dan salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning yang akan melatih dan mengasah para siswa memecahkan masalah dan memiliki jiwa solutif,kteatif dan mandiri.
Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah sebuah model pembelajaran yang memfokuskan pada pelacakan akar masalah dan memecahkan masalah tersebut (Abbudin, 2011:243) Penulis menerapkannya pada materi Menggali Ide Pendiri Bangsa Tentang Dasar Negara berbantuan card match dan media pembelajaran berupa video dan power point.

Pelaksanaan penerapan problem based learning,penulis mulai dengan membuka pembelajaran dengan memberi orientasi, apresepsi, dan motivasi kepada siswa dilanjutkan dengan membimbing siswa untuk merancang konsep. Penulis juga membantu para siswa untuk membentuk kelompok dan memaparkan permasalahan terkait Menggali Ide Pendiri Bangsa Tentang Dasar Negara yang harus dikaji.

Penulis dan siswa mempersiapkan kartu dan foto yang akan dicocokan. Penulis menyampaikan peraturan dan ketentuan permainan.. Guru membantu peserta didik untuk mendapatkan informasi yang tepat dan mencari penjelasan atau solusi dari permasalahan yang dipaparkan.Siswa maju ke depan kelas untuk membacakan isi kartu kemudian mencocokan dengan foto. Siswa lainya yang berada di tempat duduk mengecoh temannya yang maju ke depan kelas.Siswa yang berada di tempat duduk bersama dengan guru mengevaluasi jawaban siswa yang maju ke depan kelas dengan dibimbing penulis. Siswa yang berhasil mencocokan kartu dengan gambar mendapat poin.Selanjutnya,penulis memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi dan evaluasi dari kartu jawaban yang dipasangkan oleh siswa.

Dampak dari penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan metode index card match dan media pembelajaran berupa video dan power point siswa cenderung lebih aktif dan mampu berpikir kritis untuk mengidentifikasi gagasan pendiri bangsa tentang perumusan dasar negara selain itu peserta didik dapat melakukan kerja sama team dan lebih terampil dalam melaksanakan sikap gotong royong karena pada saat pembelajaran siswa dibagi menjadi beberapa kelompok serta setiap anggota kelompok dapat menguraikan permasalahan yang diberikan guru.

editor: cosmas