Membangun Pondasi Etika dan Norma Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Spread the love

Oleh: Sri Wulandari,S.Pd
TK Aisyiyah 01 Sroyo Jaten Karanganyar

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan Pembukaan Undang-undang Dasar Tahun 1945 alinea ke empat pemerintah menyelenggarakan program pendidikan, yang kemudian dirumuskan dalam pendidikan nasional. Tujuan dilaksanakan pendidikan nasional sebagaimana yang terdapat di dalam Undang-undang
Kehidupan manusia dimulai dari bayi, anak usia dini, anak-anak, remaja, dewasa, sampai dengan orang tua. Perjalanan hidup manusia termasuk anak usia dini tidak terlepas dari kehidupan masyarakat, baik di lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan masyarakat yang lebih luas. Dalam kehidupan bermasyarakat atau bersosialisasi penerapan etika tidak dapat dilepaskan agar seseorang termasuk anak usia dini dapat diterima oleh lingkungannya Berbicara etika dan kepribadian merupakan dua hal yang akan mempengaruhi sikap tindakan, atau perilaku seseorang. Perilaku seseorang akan dipengaruhi kepribadiannya, dan etika yang menjadi miliknya,. Penerapan etika yang tepat atau tidak tepat dalam kehidupan seseorang tidak muncul dengan sendirinya, tetapi perlu ditanamkan atau dapat tertanam sejak usia dini
Perilaku, sikap, tindakan, berbahasa akan berkaitan dengan apakah seseorang beretika atau kurang memiliki etika, dan juga berkaitan dengan kepribadian seseorang. Anak usia dini yang sedang dalam masa keemasan (golden age) yang hanya terjadi satu kali dalam periode kehidupan manusia perlu dididik, dibimbing, diarahkan, dimotivasi untuk memiliki kepribadian yang sehat, kepribadian yang diharapkan di lingkungan di mana dia berada. Salah satu yang akan mempengaruhi kepribadian seseorang, yaitu dengan pendidikan etika sejak anak usia dini. Penting melaksanakan pendidikan etika pada anak usia dini, karena anak merupakan investasi dalam upaya penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di masa depan.
Dalam membentuk kepribadian, antara lain melalui pendidikan etika, seperti penanaman nilai-nilai moral, nilai-nilai budaya, dapat membedakan baik dan buruk dalam kehidupan bersosialisasi, bermasyarakat. Anak usia dini merupakan periode usia emas (golden age) yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Sikap, tindakan, perilaku, berbahasa, seseorang akan dipengaruhi oleh kepribadiannya. Kepribadian anak usia dini perlu dibangun dari sejak awal, karena kepribadian akan berkembang secara bertahap. Salah satu yang membangun kepribadian anak usia dini, yaitu dengan membelajarkan anak tentang pengertian etika
Berbicara etika tidak terlepas dari kesopanan dan kesusilaan. Etika terkait erat dengan tingkah laku manusia yang diatur dengan norma-norma, yaitu ada norma agama, norma susila, norma sopan santun, dan norma hukum. Apabila menelusuri etika, maka Aristoteles menggambarkan bahwa etika adalah turunan dari filsafat praktis, yang mana filsafat praktis mempunyai ranting: etika, ekonomi, dan politik. Kedudukan etika menurut R.Subekti dan R.Tjitrosodibio, Kamus Hukum (1989: 42).
Ada aspek-aspek kepribadian manusia yang dapat mengarah perilaku manusia ke kondisi yang positif maupun negatif. Abin Syamsudin Makmun (2003) mengemukakan aspek-aspek kepribadian sebagai berikut :
Karakter, temperamen, sikap, stabilitas emosi, sosiabilitas
Dari berbagai aspek kepribadian tersebut yang sangat terkait dengan pendidikan etika, yaitu sikap terhadap orang lain, pengendalian diri/emosi, dan nilai/keyakinan. Aspek-aspek kepribadian yang terkait dengan moral, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, sopan santun, nilai-nilai hukum, baik buruk perlu diperkenalkan, ditanamkan pada anak usia dini.
Kepribadian yang telah menjadi ciri, sifat seseorang menjadi milik dirinya ini ditentukan oleh faktor-faktor tertentu, yaitu faktor-faktor keturunan dan faktor lingkungan. Faktor keturunan merujuk kepada faktor genetis seseorang individu, seperti tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan reflex, tingkat energi, dan irama biologis. Faktor genetis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap apa sepenuhnya Faktor lingkungan akan memberi pengaruh yang cukup besar terhadap pembentukan kepribadian atau karakter seseorang. Lingkungan di mana anak tumbuh, berkembang, dibesarkan, akan berpengaruh terhadap kepribadian anak tersebut setelah dewasa, seperti norma-norma yang berlaku kelompok sosial tertentu (keluarga dan masyarakat). Semua kondisi itu akan berperan membentuk kepribadian seseorang berupa norma, sikap, dan mulai yang diwariskan dari suatu generasi ke generasi yang berikutnya.

Sejak Kecil
Membangun kepribadian seseorang itu harus dimulai sejak dini, yaitu ketika anak itu lahir, ketika anak usia dini bahkan ada yang mengatakan mulai dari dalam kandungan. Membangun kepribadian seseorang harus dimulai dari kehidupan keluarga atau dimulai di lingkungan di mana anak atau seorang individu itu dibesarkan/dikembangkan. Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam membangun kepribadian anak”Masalah inti pendidikan moral menyangkut relativitas anak,
Masalah membangun kepribadian seseorang, adalah masalah kita bersama mulai dari keluarga, sekolah, dan juga masyarakat. Pendidikan dalam kehidupan keluarga cenderung menentukan kepribadian seseorang, walaupun setelah anak mulai sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini di manapun (play group, kelompok belajar anak usia dini, Satuan Pendidikan Sejenis, Taman Kanak-Kanak) akan mempengaruhi pula kepribadian anak atau seseorang. Pembangunan kepribadian pada kegiatan pendidikan formal dan pendidikan nonformal serta kegiatan masyarakat lainnya dapat diarahkan untuk menanamkan kepedulian sosial, jiwa patriotik, kejujuran, dan kerukunan berkehidupan dalam masyarakat untuk menyiapkan generasi muda yang berpribadi sebagai generasi penerus yang beriman, bertaqwa, bermoral, berbangsa, dan berbudaya.
Pendidikan etika merupakan bagian dari pendidikan karakter atau dalam agama pendidikan akhlak. Dapat diartikan pendidikan etika identik dengan pendidikan akhlak, karena etika akan berkaitan dengan baik buruk, norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Garrett dalam Hamdani Hamid dan Beni Ahmad Soebari (2013 : 44)
Jadi, pendidikan etika dapat diartikan pendidikan akhlak. Hasil dari pendidikan akhlak atau etika ini akan mempengaruhi kepribadian anak/ seseorang. Pendidikan etika pada anak usia dini dapat dilakukan dengan beberapa jenis pembelajaran yang dilaksanakna pada anak usia dini dapat memilih beberapa teori belajar

Simpulan
Anak usia dini merupakan periode usia emas (golden age) yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Sikap, tindakan, perilaku, berbahasa, seseorang akan dipengaruhi oleh kepribadiannya. Kepribadian anak usia dini perlu dibangun dari sejak awal, karena kepribadian akan berkembang secara bertahap. Salah satu yang membangun kepribadian anak usia dini, yaitu dengan membelajarkan anak tentang etika. Pendidikan etika berarti membelajarkan anak tentang norma-norma yang berlaku dalam kehidupan manusia, seperti norma agama, norma susila, norma sopan.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *