Tasih Geluti Penangkaran Burung Perkutut Bangkok di Jogonalan, Datangkan Hoki

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Berawal dari kesepian ditinggal anak-anak sekolah di luar kota, Tasih (54 th), warga Dukuh Kratan, RT 2/RW 8, Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, menangkar burung perkutut bangkok.

Usaha ini digeluti sejak Agustus 2018 dan awalnya hanya 4 pasang burung perkutut. Saat ini sudah ada 26 pasang perkutut yang ditangkar. Sebelumnya 4 pasang telah laku dibeli penggemar perkutut. Harga per pasang kalau piyek atau masih usia 2 bulan sekitar Rp 600 ribu sampai Rp 1 juta.

“Harganya terjangkau dan bagi penggemar burung perkutut yang berminat, bisa mampir ke rumah. Perkutut yang saya tangkar jenisnya bangkok,” ungkap Tasih kepada wartawan Sabtu sore (5/6/2021).

Alumni SMPN 1 Jogonalan tahun 1985 dan alumni SPP Muhammadiyah Klaten tahun 1988 ini mengaku senang dan menyenangkan. Perkutut ini selain bisa mendatangkan hoki atau kesuksesan dan bisa mengurangi tekanan batin atau stress.

Selain menangkar perkutut, Tasih juga mempunyai 20-an perkutut manggung yang juga dijual. Rata-rata harga perkutut manggung harganya Rp 1 juta ke atas dan bisa dibuktikan kalau perkututnya sangat bagus suaranya jika manggung.

Tasih tunjukkan dua burung perkutut manggung siap jual.

Istrinya Sri Lestari (50 th) sangat mendukung usahanya menangkar burung perkutut ini. Dan sejak menikah tahun 2001, Tasih dikaruniai dua anak, yaitu Anggi Ayu Syarahiti (kuliah di Unibraw Malang) dan Tatia Ayu Hidayah (SMA Bias Jogjakarta).

Diakuinya, usahanya ini sebagai kegiatan sampingan selain tugas utamanya mengabdi di PDAM Tirta Merapi Klaten. Sementara istrinya, Sri Lestari, juga ikut membantu orang tua membuat tahu di samping rumahnya persis. Kalau longgar juga ikut membantu membersihkan sangkar perkutut.

“Di era pandemi ini jangan hanya terpaku pada satu pekerjaan saja, terpenting bisa inovatif dan kreatif menggeluti usaha sampingan. Pekerjaan kalau nyaman dan bisa membuahkan hasil bagus, menambah penghasilan, tentu sangat didambakan semua orang. Tapi ingat, pekerjaan utama jangan terbengkelai. Usaha penangkaran perkutut ini juga bisa menghasilkan atau ngrejekeni,” ujarnya. (Kim)

Caption Foto HL:
Tasih sedang semprot air ke burung perkutut bangkok agar tetap sehat.