AHY: Bapak SBY Tidak Melarang Saya Hadir di GBK

Spread the love

SOLO (poskita.co) – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membantah keras bahwa dirinya tidak hadir di acara kampanye akbar Prabowo di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta hari Minggu kemarin, karena dilarang oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY kepada wartawan di kesempatan mampir di kota Solo dari bandara Adi Sumarmo menuju perjalanan ke Ponorogo, Senin pagi (8/4), menyatakan bahwa kondisi kesehatannya sedang tidak fit akibat terforsir aktifitas kampanye. Belum lagi pada Jumat kemarin menerima kabar ibunda Anie agak drop, yang mengharuskan AHY langsung terbang ke Singapura dan menjaga ibundanya selama 2 hari 2 malam.

“Jika ada opini yang mengatakan saya dilarang ikut berkampanye di GBK oleh ayah saya, itu tidak benar. Bapak SBY sangat memberi keleluasaan kepada anak-anaknya untuk mengambil keputusan, karena percaya kita mempunyai pertimbangan yang baik. Jika kemarin saya tidak hadir di GBK karena saya memang sedang tidak fit,” ujar AHY.

Terkait pesan internal surat SBY ke sejumlah kader Demokrat, menurut AHY, itu dalam posisi SBY seorang negarawan, yang ingin memberi perspektif berdasar pengalamannya selama memimpin Indonesia, berdinas di TNI, mau pun saat menjabat sebagai Menpolhukam.

“Seharusnya kita berterima kasih kepada Bapak SBY yang mengajak kita untuk berpikir jernih serta mengedepankan rasionalitas. Khususnya kepada elite politik dan pemimpin. Jangan sampai pemilu ini menjurus pada polarisasi yang berakibat pada politik identitas, sehingga mengakibatkan benturan sesama anak bangsa,” tegas AHY.

Sebaliknya, sangat ditekankan pentingnya inklusifitas dalam kampanye. Mengajak semua kalangan, semua golongan dan semua pemeluk agama, dari latar belakang apa pun. Karena yang kita butuhkan adalah persatuan dan kesatuan.

AHY mengakui, banyak mendapat aspirasi dari masyarakat bahkan sampai di tingkatan akar rumput, yang intinya meminta para pemimpin kita untuk mencegah polarisasi yang berakibat pada perpecahan.

“Jangan sampai karena pertarungan politik sesaat, kita yang akan menderita. Saya sendiri merasakan ada gesekan di antara umat Islam sendiri. Kita tidak ingin hal itu terjadi. Perlunya mengedepankan ukhuwah Islamiah,” tegas AHY lagi.

AHY juga menyatakan, adanya surat dari SBY kepada sejumlah kadernya itu, bukan berarti partai Demokrat tidak solid terhadap dukungan paslon 02. AHY menegaskan, tetap berkampanye ke daerah-daerah untuk upaya pemenangan paslon 02, Prabowo – Sandi. (Endang Paryanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *