Bawaslu Klaten Seleksi 36 Pelamar Jadi Karyawan Non PNS

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Enggar Catur (25 th),  alamat Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Klaten, mengaku berminat tertarik mendaftar dalam lowongan pegawai non PNS yang dibuka Bawaslu Klaten. Enggar yang alumni SMKN 1 Pedan tahun 2011 ini tampak mengikuti seleksi tes wawancara di Bawaslu Klaten, Senin siang (11/2/2019).

Segala persiapan telah dilakukan, termasuk mempertajam komitmen mendukung pergerakan Bawaslu dalam tugas pengawasan pelaksanaan pemilihan umum, baik pemilu presiden maupun legislatif. Bawaslu Klaten, kata Enggar, tetap didukung dalam melakukan gerakan moral tolak money politic dan tugas pengawasan pesta demokrasi.

“Saya sangat berharap bisa lolos dan diterima dalam seleksi karyawan Bawaslu. Dan bisa mengabdi sepenuh hati di Bawaslu Klaten ini. Untuk gerakan Bawaslu dengan melakukan gerakan tolak money politic, saya kira sangat tepat. Masyarakat jangan lagi dibodohi dengan janji-janji palsu dan juga adanya money politic. Saya dukung tolak money politic dalam pesta demokrasi ini,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrakhman SIP mengatakan, untuk jumlah pelamar lowongan karyawan non PNS ada 39 orang dan dalam seleksi tes tertulis yang lolos 36 orang. Seleksi tes tertulis telah diadakan Senin pagi (11/2) di SMAN 1 Klaten. Dan dilanjutkan tes wawancara di Bawaslu Klaten.

Dikatakan pula, untuk penerimaan lowongan karyawan non PNS ini yang dibutuhkan 8 orang, terdiri dari 5 orang analis hukum, 2 orang analis keuangan dan 1 orang analis data dan informasi. Bawaslu tetap menjalankan seleksi penerimaan karyawan ini sebaik-baiknya dan bisa dipertanggungjawabkan.

Para pelamar sedang jalankan tugas proses seleksi di Bawaslu Klaten, Senin siang (11/2/2019).

“Dalam penerimaan karyawan non PNS Bawaslu Klaten ini sudah sesuai prosedur dan tak ada unsur nepotisme, kolusi atau suap-suapan. Pelamar yang dipandang mumpuni dan hasil total penilaian bagus, bisa direkomendasikan diterima. Ya, kita lihat saja hasilnya nanti,” ujar Arif.

Mendekati pelaksanaan pesta demokrasi, kata Arif, Bawaslu Klaten terus menggiatkan segenap Panwascam dalam tugas pengawasan. Kalau ada caleg yang menyalahi aturan atau penyimpangan, seperti gerakan bagikan uang suap beli suara atau istilah ngetrendnya money politic, jika ketahuan dengan bukti-bukti kuat, akan ditindaklanjuti. (Aha)

Caption Foto HL:
Ketua Bawaslu Klaten Arif Fatkhurrakhman bersama tim seleksi, sedang ajukan sejumlah pertanyaan dalam tes wawancara kepada salah satu pelamar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *