Bangkitkan Potensi Air PBB, Warga Kebonarum Bisa Makmur Sejahtera

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Dengan konsep membangkitkan umbul PBB, kafilah Kecamatan Kebonarum, Klaten, turut meramaikan acara kirab atau karnaval pembangunan di jalan Pemuda Klaten, Minggu siang (19/8).

Camat Kebonarum, Drs Sofan MSi, didampingi istrinya, Dwi Rahayu, serta para Kades se Kecamatan Kebonarum, antusias sekali dalam karnaval pembangunan ini. Kebetulan wilayah Kebonarum ini kondang sebagai daerah sumber mata air.

“Jadi dalam konsep bangkitkan umbul PBB atau Pluneng, Brondong dan Brintik, telah menjadikan masyarakat Kebonarum semakin maju sejahtera. Keberadaan umbul tersebut tak pernah sepi dari pengunjung dan hal ini jelas mendatangkan rejeki bagi warga sekitar,” ujar Sofan.

Nama Pluneng itu berasal dari bahasa Jawa yang maksudnya nyemplung seneng. Pemdes setempat juga berupaya menghidupkan BUMDes dalam pengelolaan sumber mata air tersebut.

Kalau umbul mata air PBB bisa dikelola dengan baik, maka akan semakin mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan warga sekitar. Kata Sofan, seperti di umbul Brintik yang ada di Desa Malangjiwan, warga buka kuliner dengan pecel iwak wadernya.

Warga sejak pukul 05.00 WIB sudah membuka warung yang ada di kompleks Brintik yang diyakini sangat manjur dalam terapi air. Banyak warga yang sembuh dari keluhan atau sakit yang dirasakan dengan kungkum air Brintik di pagi hari.

“Untuk umbul Brondong yang ada di Desa Ngrundul juga sedang proses pembangunan kaitan water boom. Airnya juga bagus dan kandungan mineral tinggi. Banyak warga yang sembuh dari sakit lewat rutin renang di umbul Brondong ini,” jelasnya.

Kepala Desa Pluneng, Wahyudi menambahkan, untuk umbul Pluneng ada dua titik. Kalau di timur jalan namanya umbul Tirto Mulyani dan sisi barat namanya umbul Tirto Mulyono.

Warga Desa Pluneng ikut usung gunungan hasil pertanian di desanya saat karnaval pembangunan ini.

Setiap tahun ada tradisi padusan bersih banyu umbul Pluneng dengan sejumlah rangkaian acara. Ada pentas wayang kulit dan juga kirab budaya ciblon banyu umbul Pluneng. Peserta kirab diarak dari balai desa sampai umbul Tirto Mulyani dan berakhir di Tirto Mulyono.

“Air di kedua umbul ini, baik umbul lanang atau Tirto Mulyono maupun umbul wedok atau Tirto Mulyani, tak pernah kering. Tiap hari selalu didatangi warga dari mana-mana. Airnya juga bagus untuk terapi kesehatan, nggak percaya, buktikan sendiri,” jelas Wahyudi. (aha)

Caption Foto Atas:
Camat Kebonarum, Sofan, bersama para Kades ikut karnaval pembangunan rayakan HUT ke-73 RI tahun 2018, Minggu siang (19/8).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *