300 Bibit Duren Ditanam di Karangduren, Sabar Menanti 5 Tahun Baru Panen..!!

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Dengan didukung Paguyuban RT/RW se Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, akhirnya di luasan lahan bekas tanah bengkok 6 ribu meter persegi, Kepala Desa (Kades) Karangduren, Moh Marsum, bersama warga menanam sekitar 300 bibit duren dengan ketinggian 80 cm di Dukuh Biyengan, Desa Karangduren, Jumat pagi (15/12/2017).

Jumlah bibit duren yang dipersiapkan ada 700 buah yang dibeli dari Jawa Timur dengan jenis duren bawur. Dan di luasan 6 ribu meter persegi itu baru ditanam 300 bibit dan sisanya masih berada di balai desa yang nantinya akan ditanam di lahan desa lainnya.

“Kita sengaja membeli bibit duren dari jenis bawur Jawa Timur, dipandang buahnya bagus dan mudah-mudahan cocok ditanam di Biyengan ini. Jumat pagi ini, sebelum kita tanam durennya, kita adakan acara sedekahan atau selamatan dulu. Dengan doa bersama ini mudah-mudahan bibit duren yang kita tanam nantinya berbuah dan mantap rasanya,” ujar Moh Marsum.

Ikut menyaksikan acara penanaman bibit duren ini ada Kapolsek Kebonarum AKP Frans Minarso, Sekretaris Kecamatan Tri Harjanta SIP, anggota Koramil 06/Kebonarum 0723/Klaten, BPD Karangduren, Ketua RT/RW, perangkat desa Karangduren dan para petani setempat.

Harapan Kades Marsum, selama ini desa Karangduren sudah minded dengan nama durennya, tapi kenyataannya tak ada kebun duren yang tertanam di lingkungan desa. Dan hasil musyawarah desa, akhirnya diputuskan penanaman bibit pohon duren yang diambilkan dari dana desa.

“Untuk normalnya sekitar 5 tahunan bibit pohon duren ini bisa dipanen dan ke depan, warga tidak usah harus repot-repot pergi naik gunung ke daerah Karangnongko atau Kemalang, sebab di Karangduren ini ada durennya,” harap Marsum.

Sekcam Kebonarum Tri Harjanto berharap, ke depannya benar-benar berbuah 300 bibit pohon duren yang ditanam ini. Dan tidak hanya ditanam saja, akan tetapi perlu perawatan intensif yang memerlukan ketelatenan. Buah duren ini, kata Harjanto, memang menjadi buah idola masyarakat, meskipun sisi kesehatan juga harus dijaga dengan baik.

“Nek kakean duren, ya bisa menyebabkan mblenger duren. Kita berdoa, semoga 300 bibit duren ini bisa baik perkembangannya dan berbuah lebat. Dan kalau nantinya sudah bagus, ada destinasi wisata kebun duren yang secara tidak langsung ikut mengangkat kemajuan desa,” harapnya. (kiem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *