Nasional

Momen Gubernur Luthfi Bagikan Gorengan di Depan Menko AHY Saat Bahas Giant Sea Wall

Foto: Humas Jateng

SEMARANG, POSKITA.co – Ada momen unik saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur Ahmad Luthfi di Kabupaten Demak. Kunjungan itu dalam rangka pembangunan Giant Sea Wall yang segera di realisasikan.

Dalam rangkaian kegiatan, Menko AHY bersam Gubernur Ahmad Luthfi melakukan penanaman mangrove di pesisir pantai yang lokasinya di Timbulsloko Demak. Setelahnya, mereka berdialog santai dengan warga.

Layaknya di warung kopi, ada suguhan minuman dan gorengan yang sudah di sediakan di meja sebagai camilan penghangat obrolan santai.

Semula, Menko AHY mempersilakan warga sekitar untuk menyampaikan pendapat mereka tentang rencana pembangunan giant sea wall ini. Warga setuju dengan alasan adalah wilayah mereka selamat dari abrasi. Desa Timbulsloko menjadi salah satu daerah yang mengalami rob cukup parah. Sejumlah warga harus meninggikan rumah mereka atau jika tidak maka bakal tenggelam.

Saat momen tersebut, Menko AHY menyampaikan bahwa masukan-masukan dan pendapat warga ini penting untuk menjadi pijakan kebijakan. Apalagi sebagain besar masyarakat pesisir bermata pencaharian sebagai nelayan.

Di saat itulah, ia meminta izin mencicipi makanan dan minuman yang telah disediakan. Sesaat kemudian Gubernur Ahmad Luthfi juga di persilakan untuk mencicipi menu gorengan yang tersedia.

Alih-alih memakan sendiri, Gubernur Ahmad Luthfi memilih menawarkannya pada warga yang berada di sekitar lokasi.

“Mas.. mas.. ini (gorengan),” kata Ahmad Luuthfi yang menawarkan sambil berjalan menuju warga.

Guberur Ahmad Luthfi juga menawarkan gorengan yang nampak lezat itu pada sejumlah awak media.

Sontak saja, ada yang mengiyakan dan ada juga yang canggung, karena yang menawarkan seorang gubernur.

Sementara itu, dalam penenganan rob di Pantura Jateng, upaya Gubernur Ahmad Luthfi tak kurang. Sejak awal menjabat, ia sudah berkoordinasi dengan anggota maupun pimpinan di DPR RI untuk percepatan pembangunan Giant Sea Wall.

Di sisi lain, upaya penanaman mangrove juga masif dilakukan melalui program Mageri Segoro. Sepanjang 2025, program tersebut mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare, tersebar di 107 desa, 54 kecamatan, dan 17 kabupaten/ kota.***

Cosmas