Putra Puspo Wardoyo Pilih Bisnis Padel, Bidik Pertumbuhan Komunitas Olahraga di Solo Raya
foto: dokumentasi
SOLO, POSKITA.co – Bisnis olahraga padel tengah menjadi salah satu tren baru yang menarik perhatian kalangan muda. Melihat peluang tersebut, Sayyid Sabiq Abu Bakar, putra pengusaha kuliner H Puspo Wardoyo, memilih terjun ke bisnis olahraga dengan membuka BlackSteel Padel di Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura.

Pengusaha muda berusia 23 tahun itu resmi menggelar soft opening BlackSteel Padel, Sabtu (3/10/2026). Kehadiran bisnis tersebut sekaligus menandai langkah baru keluarga Puspo Wardoyo dalam mengembangkan usaha di luar sektor kuliner yang selama ini menjadi bisnis utama keluarga.
Bagi Sabiq, masuk ke bisnis padel bukan semata-mata karena olahraga tersebut sedang populer.
Ia melihat ada peluang yang jauh lebih besar di balik pertumbuhan olahraga padel, mulai dari penyewaan lapangan, pembentukan komunitas, penyelenggaraan turnamen, hingga berkembangnya ekosistem olahraga dan gaya hidup.
“Kita melihat padel ini olahraga yang akan tumbuh. Jadi enggak cuma FOMO. Bagi kami, bagi manajemen, kita melihat ada opportunity lebih dari olahraga padel,” kata Sabiq saat ditemui di BlackSteel Padel.
Bukan Sekadar Sewa Lapangan
Sabiq yang merupakan alumni Manajemen Bisnis Telkom University mengatakan, perkembangan awal BlackSteel Padel menunjukkan respons positif.
Tingkat keterisian lapangan terus berkembang seiring bertambahnya komunitas yang datang dan bermain secara rutin.
Karena itu, strategi bisnis BlackSteel Padel tidak hanya mengandalkan pelanggan individu. Sabiq aktif membangun hubungan dengan berbagai komunitas olahraga untuk menciptakan ekosistem yang lebih hidup.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan komunitas Porsebank yang menggelar turnamen di BlackSteel Padel mulai Sabtu (3/10).
Menurut Sabiq, keterlibatan komunitas merupakan bagian penting dari strategi pengembangan bisnis.
“Banyak komunitas-komunitas yang terlibat bermain di lapangan kita juga. Itu juga bentuk dari community engagement. Kita mengajak, menjalin koneksi dengan komunitas-komunitas untuk menaikkan okupansi kita,” ujarnya.
Ia membuka peluang bagi komunitas lain untuk menggelar pertandingan maupun turnamen di BlackSteel Padel.
Dengan demikian, lapangan tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga menjadi ruang bertemunya komunitas dan membangun jaringan antarpemain.
Empat Lapangan dan Konsep One Stop Destination
BlackSteel Padel memiliki empat lapangan, terdiri atas dua lapangan berwarna merah muda dan dua lapangan berwarna biru.
Fasilitas yang disediakan juga tidak berhenti pada lapangan olahraga. Pengelola menghadirkan sauna, cold plunge untuk membantu proses pemulihan setelah berolahraga, area makanan dan minuman, tempat bermain anak, serta area parkir yang luas.
Konsep tersebut diperkuat dengan kehadiran Sedjati Coffee Shop yang berada di kawasan yang sama.
Sabiq ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat yang tidak hanya didatangi untuk bermain padel.
Pengunjung bisa datang untuk berolahraga, menikmati kopi atau makanan, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.
“Harapannya juga dapat menaikkan okupansi, revenue dan menjadi one stop destination. Ketika orang mau ngopi kemudian bisa main padel ataupun sebaliknya,” kata Sabiq.
Bidik Fasilitas Premium
Pengembangan BlackSteel Padel tidak berhenti pada empat lapangan yang sudah tersedia.
Bersamaan dengan soft opening, manajemen juga menyiapkan pengembangan fasilitas tambahan di gedung sebelah dengan konsep lapangan yang lebih premium.
Grand launching ditargetkan dapat dilakukan paling lambat November 2026.
Untuk tarif sewa, BlackSteel Padel mematok harga Rp175.000 per jam pada periode ramai atau prime time. Sedangkan di luar jam ramai, tarif yang dikenakan sebesar Rp125.000 per jam.
Dapat Dukungan Puspo Wardoyo
Keputusan Sabiq masuk ke bisnis olahraga mendapat dukungan penuh dari sang ayah, H Puspo Wardoyo.
Owner Wong Solo Group tersebut memberikan ruang kepada anak-anaknya untuk menentukan bidang usaha sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Meski memberikan dukungan modal, Puspo mendorong anak-anaknya agar tidak berjalan sendiri. Mereka diarahkan menggandeng mitra yang memiliki pengalaman di bidang bisnis yang dipilih.
Untuk bisnis padel, Sabiq diarahkan bekerja sama dengan pihak yang memahami industri tersebut.
Langkah itu dinilai penting agar bisnis yang dibangun memiliki fondasi pengalaman dan pengetahuan dari orang-orang yang lebih dahulu berkecimpung di industri terkait.
Puspo juga melihat Sabiq memiliki bekal kepemimpinan sejak masih sekolah. Sabiq tercatat pernah dua kali menjadi ketua OSIS dan memiliki ketertarikan terhadap sejumlah cabang olahraga, termasuk basket dan tenis.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Sabiq untuk membangun identitas bisnisnya sendiri.
Melalui BlackSteel Padel, ia ingin ikut mendorong pertumbuhan olahraga padel di Solo Raya, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga melalui pengembangan komunitas dan penyelenggaraan turnamen secara rutin.
Ke depan, Sabiq juga membuka peluang untuk memperluas bisnis ke sektor wellness dan olahraga lain yang dinilai memiliki prospek, seperti yoga dan Hyrox.
Langkah itu menunjukkan bahwa generasi muda keluarga Puspo Wardoyo mulai memperluas jejak bisnis keluarga ke sektor yang lebih beragam, dengan menggabungkan olahraga, komunitas, gaya hidup, dan bisnis dalam satu ekosistem.
Tanto

