Kesulitan Distribusi, Petani Mojogedang Tertolong JNE
Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo di Mojogedang, Karanganyar, terus mengembangkan jaringan pemasaran ke berbagai kota setelah mendapat bantuan dari JNE. (foto dokumentasi)
KARANGANYAR, POSKITA.co – Petani kesulitan pasarkan hasil panen. JNE jadi solusi dalam pengiriman beras.
Ketika panen melimpah, para petani memiliki kemampuan untuk meningkatkan hasil usahanya. Agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan, diperlukan akses pemasaran yang semakin luas sehingga hasil panen dapat terserap secara maksimal.
Hal itu dirasakan Hasyim Ashari, selaku penggerak Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo di Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, yang terus berupaya mengembangkan jaringan pemasaran bagi hasil panen para petani.
Hasyim bersama sejumlah petani lainnya di Mojogedang telah mengembangkan berbagai jenis beras berkualitas. Namun hal itu belum bisa menjadi patokan kesuksesan petani di wilayahnya. Adapun salah satu kendala yang harus dihadapi para petani yakni mencari pasar sekaligus sistem distribusinya. Bahkan faktor harga beras hasil panen para petani menjadi sedikit lebih mahal untuk pemasaran dan distribusinya.
Hasyim menceritakan sebenarnya Poktan miliknya telah memiliki pasar tersendiri hingga menembus ke Kota Jakarta. Tetapi selama bertahun-tahun, pelanggannya selalu mengeluh harga per kilo dari beras produksi Poktan Tani Mulyo terbilang sedikit di atas rata-rata. Bahkan meski kualitas beras hasil produksi bisa dibilang sangat bagus, nyatanya persaingan harga menjadi kendala utama yang dialami oleh Hasyim dan kawan-kawan.
Penggerak Poktan itu mengungkap bahwa kendala menyamakan harga dengan beras dari daerah lain bermula dari ongkos kirim yang dibebankan pada pelanggan. Namun jika ongkos pengiriman dibebankan kepada produsen, Hasyim menyebut hal itu bisa menyebabkan kerugian bagi petani.
Timbulnya permasalahan soal distribusi yang berimbas dengan penyesuaian harga tersebut didengar JNE. Sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR), JNE akhirnya menawarkan bantuan dalam bentuk pengiriman beras tanpa dipungut biaya dari Poktan Tani Mulyo kepada pelanggan yang ada di Jakarta.
“Kalau kita flashback ke belakang, kami sudah lama berjualan beras, menampung hasil pertanian para petani sejak 2013. Namun kita baru bekerjasama dengan JNE di bulan Maret 2026 dalam hal pemasaran dan pendistribusiannya,” ungkap Hasyim.
Perkenalan Poktan Tani Mulyo Mojogedang dengan JNE tak lepas dari peran salah satu pelanggannya yakni Nadya Pratiwi pemilik warung Nasi Peda Pelangi di Kawasan SCBD yang menggunakan beras dari Poktan Tani Mulyo. Awalnya Hasyim bertemu dengan pihak JNE dalam sebuah forum dan mengutarakan kendala Poktan Tani Mulyo. “Waktu itu diskusi dan bertemu pihak JNE dan kami menyampaikan tentang masalah konsumen yang mengeluh mahalnya harga beras di Jakarta. Ternyata salah satu komponen yang mempengaruhi harga beras adalah biaya distribusi,” urai Hasyim.
Dari JNE, lanjutnya, akhirnya memberikan CSR dalam bentuk bebas ongkir atau gratis ongkir dari Mojogedang ke Jakarta, sehingga biaya pendistribusian dapat ditekan adanya kebijakan bebas ongkir dari JNE,” tambah Hasyim.
Berkah ini secara nyata dirasakan para petani di Mojogedang. Dengan bisa bersaingnya harga beras organik produksi mereka di Jakarta menimbulkan efek positif peningkatan pesanan. Bahkan sejak Maret 2026, setidaknya para petani menerima pesanan sekitar 1 – 2 ton dalam sekali kirim.
“Awalnya saat masih melalui ekspedisi umum, paling 1 ton atau 700 kilogram ke Jakarta sehingga biayanya mahal. Setelah mengenal JNE satu bulan rata-rata pengiriman sampai 2 kali. Dan ini sudah ada peningkatan pesanan yang awalnya 1 ton, 700 kilogram. Ini sudah 1,5 sampai 2 ton,” jelas Hasyim.
Bantuan distribusi dari JNE ini setidaknya dikemukakan Riki Yulianto, selaku Branch Business Partner JNE Solo.
“Ini merupakan bentuk dukungan kami kepada petani lokal sekaligus upaya menggerakan perekonomian daerah yang berdampak pada konsumen untuk bisa mendapatkan harga beras kualitas baik yang terjangkau,” ungkap Riki Yulianto.
Dia tak memungkiri setiap bulannya sejak bulan April 2026, JNE membantu pengiriman beras organik hasil panen Poktan Tani Mulyo di Mojogedang. Setiap pengiriman setidaknya ada sekitar 1 ton beras yang difasilitasi oleh JNE.
“Hingga hari ini, JNE sudah melakukan pengiriman yang ke 8 untuk membantu pendistribusian beras dari kelompok Tani Mulyo Karanganyar,” papar Riki, Rabu (22/7). (**)
Tanto

