Soloraya

Konfercab PWI Surakarta Dipercepat, Anas Masuk PWI Pusat

Pengurus PWI Surakarta menggelar rapat di Kantor Sekretariat PWI Surakarta, pada Sabtu (9/5/2026) untuk segera melaksanakan Konfercab. (foto dokumentasi)

SOLO, POSKITA.co – Ketua PWI Solo Anas Syahirul Alim masuk jajaran pengurus PWI Pusat. Fakta inilah menjadi titik tolak untuk menggelar konfercab mencari pengganti Anas. Sebab, pengurus PWI tidak boleh rangkap jabatan cabang dan pusat.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih Ketua PWI lebih cepat sebelum kepengurusan berakhir pada tahun 2027.

Agenda penting organisasi wartawan di Solo Raya itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Gedung Monumen Pers Nasional.

Percepatan konferensi dilakukan setelah Ketua PWI Surakarta periode 2022-2027, Anas Syahirul Alim, masuk dalam jajaran kepengurusan PWI Pusat.

Dalam aturan organisasi PWI, pengurus tidak diperbolehkan merangkap jabatan di tingkat cabang dan pusat secara bersamaan.

Situasi tersebut membuat PWI Surakarta harus segera menggelar Konfercab guna memastikan kesinambungan roda organisasi tetap berjalan sesuai aturan dan mekanisme internal organisasi.

Keputusan percepatan Konfercab setelah dilakukan rapat final di Sekretariat PWI Surakarta, Sabtu (9/5/2026).

Rapat tersebut dihadiri 14 pengurus aktif di antaranya Herman AR, Subakti A Sidiq, Budi Santoso, Andjar HW, Joko Sardjono, Bambang Sugeng, Anindito AN, Sri Hartanto, Wiwid Widaningsih, Asep Abdullah R, Bramantyo, Langgeng Widodo, Ahmad Khalik, dan Vitriana Dhessy.

Forum rapat juga menyepakati pemberian waktu lebih dari satu bulan bagi pengurus PWI periode 2022-2027 untuk menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) sebelum pelaksanaan konferensi.

Selain itu, rapat menetapkan susunan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) sebagai perangkat utama pelaksanaan Konfercab.

Wartawan senior sekaligus Ketua Steering Committee (SC), Budi Santoso, dipercaya memimpin SC dengan anggota Anindito AN, Subakti A Sidiq, Bambang Sugeng, Djoko Sardjono dan Begog Djoko Winarso.

Sementara susunan Organizing Committee (OC) dipimpin Bramantyo sebagai ketua, didampingi Langgeng Widodo sebagai wakil ketua.

Posisi sekretaris dipercayakan kepada Vitriana Dhessy, wakil sekertaris Asep Abdullah R dan bendahara dijabat Wiwid Widaningsih.

Budi Santoso menegaskan percepatan konferensi merupakan langkah organisasi yang harus dijalankan demi menjaga kepatuhan terhadap aturan PWI.

“Ketika ketua cabang masuk kepengurusan pusat, maka organisasi di daerah harus segera menyesuaikan. Konfercab ini bentuk tanggung jawab organisasi agar roda kepemimpinan tetap berjalan sesuai PD/PRT PWI,” terangnya.

Menurut Budi, Konfercab bukan sekadar agenda memilih ketua baru, tetapi momentum konsolidasi wartawan di tengah tantangan dunia pers yang semakin kompleks.

“Pers sekarang menghadapi tantangan besar, mulai dari disrupsi digital, banjir informasi media sosial, hingga tuntutan profesionalisme. Karena itu PWI harus tetap solid dan independen,” katanya.

Hal senada dikemukakan anggota SC, Anindito AN. Dia menilai percepatan Konfercab justru menjadi momentum positif untuk memperkuat regenerasi di tubuh organisasi.

“Ini bukan soal cepat atau lambat, tapi bagaimana organisasi tetap sehat dan berjalan sesuai aturan. Regenerasi penting agar PWI Surakarta tetap dinamis dan mampu menjawab tantangan zaman,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris PWI Surakarta periode 2022-2027, Asep Abdullah R, memastikan seluruh tahapan Konfercab akan dilaksanakan secara terbuka dan sesuai mekanisme organisasi.

“Semua proses akan berjalan transparan dan mengedepankan musyawarah organisasi. Kami ingin Konfercab ini menjadi momentum menjaga marwah PWI sekaligus memperkuat kebersamaan wartawan di Solo Raya,” katanya.

Asep berharap pelaksanaan Konfercab mampu melahirkan kepemimpinan baru yang dapat menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan di Surakarta dan sekitarnya.

Konfercab kali ini diprediksi menjadi momentum penting sekaligus penentu arah baru organisasi wartawan di Kota Bengawan. Selain memilih kepemimpinan baru, konferensi juga akan menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi di tengah perkembangan cepat industri media digital yang kian masif. (**)

Tanto