Nasional

Bulog Surakarta Gencarkan Penyerapan Gabah Beras

Pemimpin Kantor Cabang Surakarta Nanang Harianto mengecek penyerapan gabah beras yang dikelola para petani, beberapa hari lalu. (foto dokumentasi)

SOLO, POSKITA.co –

Panen sudah merata, Bulog Surakarta sudah melakukan penyerapan sejak Januari 2026. Stok untuk Solo Raya melimpah.

Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta terus gencarkan pembelian gabah dan beras di puncak musim panen di seluruh wilayah Solo Raya.

Langkah ini merupakan reaksi cepat atas penugasan yang diberikan kepada Bulog Surakarta di Tahun 2026 untuk mencapai target serapan sebanyak 93.750 ton setara beras untuk Solo Raya yang meliputi Kota Solo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri dan Sragen.

Adapun di bulan Maret 2026 ini total penyerapan Bulog Surakarta mencapai 29.523 ton atau 31,5% dari target yang harus direalisasi.

Pemimpin Kantor Cabang Surakarta Nanang Harianto mengemukakan, pihaknya sudah melakukan penyerapan mulai pertengahan Januari karena sudah ada beberapa spot panen di beberapa Wilayah Solo Raya dan panen musim pertama mulai masif dan pada awal Februari trend ini akan terus meningkat karena hampir seluruh wilayah sudah panen merata.

“Kami melakukan penyerapan langsung ke petani, Gabungan Kelompok Tani dan bekerja sama dengan sejumlah penggilingan setempat dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah yakni Rp 6.500/kg untuk gabah kering panen,” jelasnya.

Harga tersebut, lanjutnya, merupakan terbaik saat ini karena dapat mencukupi biaya operasional yang sudah dikeluarkan oleh petani. Bahkan dengan hadirnya Bulog, harga tersebut menjadi patokan minimum sehingga petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik lagi. Pencapaian penyerapan ini tentu hasil kerja sama yang baik antara Bulog bersama Pemda, Babinsa dan Satuan Kerja PPL.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan bahwa stok yang dikuasi Bulog Surakarta saat ini 76.000 ton setara beras dengan tempat penyimpanan 9 gudang induk Bulog dan 10 gudang sewa. Seiring dengan penyerapan yang masih berjalan stok ini akan terus bertambah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi saat ini karena stok di Solo Raya lebih dari cukup.

“Pemerintah juga memberikan kepercayaan kepada Bulog selain menjaga harga jual di petani tetapi juga menjaga harga beras di tingkat Konsumen melalui beras SPHP dengan target penyaluran tahun 2026 sejumlah 19.663 ton dan Bantuan Pangan Februari Maret dengan jumlah 17.472 ton,” papar Nanang Harianto, Minggu (29/3). (**)

Tanto