Malam Kelam di Rejang Lebong, Sang Bupati Tak Berkutik di Tangan KPK!
JAKARTA, POSKITA.co – Suasana tenang di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mendadak pecah oleh deru mobil penyidik KPK. Dalam sebuah “Operasi Senyap” yang terencana rapi, Bupati Muhammad Fikri Thobari terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin malam. Sang pemegang kekuasaan tertinggi di kabupaten tersebut kini harus berhadapan dengan dinginnya dinding Gedung Merah Putih.
Bukan sekadar gertakan, tim antirasuah langsung menyisir pusat pemerintahan. Sejumlah ruang kerja di Pemkab Rejang Lebong kini “mati suri” di balik segel merah KPK.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyidik berhasil mengamankan tumpukan uang tunai yang jumlahnya masih dirahasiakan—sebuah bukti bisu yang diduga menjadi mahar dalam transaksi haram di bawah meja.
Mendarat di Jakarta: Iring-iringan Enam Mobil Tanpa Kata
Selasa (10/3/2026) pukul 09.07 WIB, suasana di depan Gedung KPK terasa tegang. Enam mobil yang membawa rombongan Bupati tiba dari Bandara Soekarno-Hatta. Seolah ingin menghindari tatapan publik dan kilatan kamera, rombongan ini menyelinap masuk melalui pintu belakang.
Fikri Thobari, yang biasanya tampil dengan kewibawaan pejabat daerah, kini tampak terburu-buru masuk ke ruang pemeriksaan tanpa memberikan satu patah kata pun kepada awak media yang telah siaga.
Hitung Mundur Status Hukum
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan bahwa pemeriksaan intensif sedang berlangsung.
“Sejumlah pihak diamankan… Salah satunya Bupati Rejang Lebong,” ujar Budi singkat melalui pesan tertulis.
Kini, sang Bupati berada dalam “jam-jam krusial”. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk membedah bukti dan memutuskan: Apakah Fikri Thobari akan mengenakan rompi oranye hari ini?
Cosmas/*

