Pemprov Jateng Hapus Duka Bagi Penyintas Bencana Melalui Trauma Healing dan Psikososial
Anak-anak terlihat ceria setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sacara khusus menyapa mereka. Bahkan, terjadi dialog, canda, dan tawa antara anak-anak dengan Gubernur. Foto: Humas Jateng.
PEMALANG, POSKITA.co – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam melakukan pemulihan bencana banjir di wilayahnya tidak hanya dengan penyaluran bantuan atau perbaikan infrastruktur sementara. Para penyintas bencana juga disediakan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan psikososial agar mampu menghapus duka dan laranya.
Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi akibat bencana banjir yang menimpanya secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari petugas.
Keceriaan anak-anak terlihat saat diajak bermain dan menonton film animasi secara bersama-sama. Keceriaan itu semakin menjadi setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sacara khusus menyapa mereka. Bahkan, terjadi dialog, canda, dan tawa antara anak-anak dengan Gubernur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jateng Ema Rachmawati mengatakan, di Pemalang itu ada beberapa kasus anak-anak yang terpisah dengan orang tuanya selama sekian jam. Maka ada trauma-trauma yang dihadapi.
“Kita lakukan trauma healing. Biasanya kalau anak-anak itu dengan bermain, melukis, menyanyi-nyanyi. Lalu ada konselingnya juga,” katanya ditemui di lokasi saat mendampingi Ahmad Luthfi.
Konseling dan trauma healing itu diberikan oleh DP3AKB melalui pusat pembelajaran keluarga (Puspaga). Pendampingan melibatkan psikolog, lembaga layanan sosial, bahkan balai karantina sosial.
Selain terhadap anak-anak, layanan tersebut juga diberikan kepada ibu-ibu di pengungsian. Sebab, tinggal lama di pengungsian tentu saja menimbulkan kebosanan, karena tidak banyak melakukan kegiatan. Bahkan ingin pulang pun masih ada ketakutan atau bahkan rumahnya sudah tidak ada.
“Kalau ibu-ibu biasanya main-main sebentar terus ngobrol supaya bisa menguraikan persoalan yang dialami. Harus diidentifikasi lagi untuk kebutuhan dia ke depan atau jangka panjang. Kadang juga diarahkan ikut membantu memasak di dapur,” jelas Ema.
Ema menambahkan, di pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari juga terdapat salah seorang perempuan yang kehilangan keluarga. Sebab, suaminya terseret arus dan ditemukan meninggal dunia.
Dibeberkan Ema, untuk korban yang kehilangan anggota keluarga nanti akan diberikan layanan konseling khusus di luar konseling atau trauma healing yang dilakukan bersama.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di sela kunjungannya itu menegaskan bahwa layanan psikososial dan trauma healing merupakan bagian tak terpisahkan dari layanan yang diberikan kepada pengungsi.
Ia secara tegas menyampaikan seluruh instansi yang memiliki layanan psikososial dan trauma healing juga dilibatkan. Tujuannya agar masyarakat bisa kembali bangkit.
“Trauma healing lengkap. Petugasnya mulai dari rumah sakit RSUD Margono Soekarjo hingga dari Polda juga kita libatkan. Saya ingin pastikan anak-anak tetap semangat dan bisa sekolah lagi,” katanya.
Berdasarkan pantauan, layanan psikososial dan trauma healing itu juga dilakukan terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Purbalingga. (*)
Cosmas

