Puspo Wardoyo: Dari Pionir Kuliner Jadi Mentor ‘Dapur Raksasa’ Makan Bergizi Gratis
Owner Wong Solo Grup, Puspo Wardoyo berbagi pengalaman dalam menyambut 1 tahun pelaksanaan MBG di Kalipepe Land, Jumat (16/1) malam. (foto dokumentasi)
SOLO, POSKITA.co – Bagi Puspo Wardoyo, bisnis bukan sekadar soal angka di atas kertas, melainkan soal kebermanfaatan yang meluas. Owner Wong Solo Grup yang dikenal sebagai maestro kuliner tanah air ini kembali membuktikan tajinya. Setahun sudah ia mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan kini ia naik kelas: dari sekadar pengelola menjadi mentor bagi ribuan pengusaha di seluruh Indonesia.
Malam itu di Kalipepe Land, Jumat (16/1/2026), Puspo berdiri di hadapan ratusan pengusaha, pejabat, hingga praktisi pendidikan. Aura optimisme terpancar saat ia menceritakan pengalamannya mengelola 8 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Solo, Boyolali, dan Sukoharjo.
“Bisnis penyediaan MBG ini menguntungkan, tapi jangan hanya lihat cuannya,” ujar Founder makanan siap saji MakanKu tersebut.
Melewati Masa Sulit
Puspo tak menampik bahwa awal perjalanan program ini penuh kerikil tajam. Ia mengenang masa-masa awal di mana sistem belum mapan dan klaim biaya operasional SPPG sempat tersendat selama beberapa bulan. Namun, bagi pria asal Solo ini, kendala tersebut adalah “ujian naik kelas”.
Alih-alih mundur, ia justru mengukuhkan posisinya sebagai konsultan bagi ribuan SPPG di seantero negeri. Puspo turun tangan langsung berbagi ilmu, mulai dari standarisasi gizi, pemilihan bahan, hingga urusan operasional dapur yang rumit.
“Konsultasi perihal makanan hingga manajemen operasional itu krusial. Kita tidak ingin ada lagi masalah seperti keracunan atau pengelolaan yang asal-asalan,” tegasnya.
Misi Kemanusiaan di Balik Dapur
Langkah Puspo mendapat apresiasi khusus dari Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Dadang, apa yang dilakukan Puspo dan para pengusaha lainnya telah menciptakan multiplier effect atau efek domino yang luar biasa bagi ekonomi rakyat.
Namun, di atas segalanya, Puspo mengingatkan rekan sejawatnya bahwa ada tanggung jawab moral yang besar di balik setiap piring yang dibagikan.
“Mari kita kompak. Jangan sampai kita terpecah atau tidak profesional. Ini untuk anak-anak kita, untuk masa depan gizi bangsa,” pesan Puspo yang disambut tepuk tangan hadirin, termasuk Bupati Boyolali Agus Irawan dan Dr. Katno Hadi.
Bagi Puspo, menjadi pengelola SPPG adalah perpaduan antara strategi bisnis kuliner yang matang dengan misi kemanusiaan. Di tangannya, dapur umum bukan lagi sekadar tempat memasak, melainkan pabrik harapan untuk generasi emas Indonesia.
Tanto/*

