Tokopedia Genjot Penjualan Batik Di Era Digital

SRAGEN,POSKITA.co – Industri batik menjadi sektor sektor ekonomi yang sangat menggiurkan bagi para pelaku usaha. Ditengah era digital para pelaku usaha memilih cara online untuk menggenjot penjualan batik.
Salah satu pengusaha batik asal Sragen yakni Nikhlas Gustaf Mustofa, pemilik Batik Pandansari, Plupuh mengaku belum bergabung dengan Sentra Batik Sukowati. Hal tersebut disampaikan saat media Workshop dalam kampanye Melokal dengan batik yang digagas Tokopedia. Kegiatan itu untuk berupaya memajukan industri batik lokal.
”Sebenarnya bagus, kita sempat ditawari, tapi kita belum. Masih fokus ke lainnya. Untuk itu nanti saja,” ujarnya Kamis (8/8) pada wartawan.
Nikhlas mengakui sebenarnya keberadaan Sentra Batik Sukowati sangat bermanfaat. Namun pengelolaan dan promosi masih kurang seperti yang diharapkan para pengusaha batik. Berbeda dengan langkah program penjualan secara online ditengah era digital, pihaknya mengakui ada peningkatan penjualan sangat pesat hingga 70 kali lipat. Lantaran dengan penjualan secara online omset yang semula puluhan setiap bulannya menjadi Rp 300 juta.
“Saat ini sudah ada 20 pengrajin batik di Sragen masuk paguyuban untuk penjualan secara online,”‘papar Nikhlas
Sementara Communications Senior Lead Tokopedia and ShopTokopedia, Antonia Adega menyampaikan menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Pusdatin Kemenperin RI), sektor industri tekstil dan pakaian, termasuk batik, masing-masing menyumbang sebesar 1,40 persen dan 4,30 persen terhadap PDB kuartal III 2023 di Industri Pengolahan Non-Migas. Lantas industri batik merupakan sektor padat karya yang telah menyerap jutaan tenaga kerja.
Pihaknya juga aktif dengan pemerintah untuk memajukan industri batik. ”Salah satu digitalisasi UMKM lokal batik, kami didukung pemerintah lokal setempat. Seperti di Solo didukung wakil walikota Solo, dan di Jogja juga,” terangnya.
Dega menuturkan berupaya kolaborasi dengan pihak strategis sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kualitas UMKM. ”Jadi kita sangat sering kolaborasi dengan pemerintah,” terangnya. (Cartens)
