Pendidikan

SMK Kesehatan Mandala Bhakti menggelar LDK Rohis

SOLO, POSKITA.co – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di masjid terkhusus bagi anggota kerohanian Islam (Rohis) bersamaan dengan hari santri yang bertajuk Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Jumat Malam (23/10/2026).

Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko sebagai pemateri mengatakan Syubbanul yaum rijalul ghad, yang bermakna bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin besok hari.

Hadir Kepala Sekolah Ifwa Mas’udah SFarm Apt MM yang dalam sambutan di wakili oleh Moh Tobroni SUd Mag dan Pembina rohis Bambang SAg.

“Maka inilah momentum bagaimana 4 karakter Rasulullah SAW menjadi pengejawantahan keteladanan dalam membangun karakter pemimpin terutama bagi rohis di SMK Kesehatan Mandala Bhakti Solo,” ujar Jatmiko.

Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo itu menjelaskan bahwa terdapat empat sifat utama Rasulullah yang relevan pada kepemimpinan modern diantaranya Sidiq (Kejujuran), Fathonah (Kecerdasan), Amanah (Kepercayaan), dan Siddiq (Kebenaran).

Selanjutnya, Selain mengacu pada sifat-sifat Rasulullah sebagai dasar kepemimpinan, Jatmiko juga mengaitkan pentingnya santri memperkokoh asset diri, social capital atau modal sosial dan jaringan.

“Pentingnya kesadaran sejak dini, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” jelasnya dengan lantang sambil memegang dada.

Dia menjelaskan bahwa Jihad santri di era modern tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui ilmu, akhlak, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan zaman, santri dituntut melawan kebodohan dengan belajar sepanjang hayat, mengatasi kemalasan melalui disiplin, serta menghadapi kemerosotan moral dengan adab dan keteladanan.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, santri juga harus mampu menangkal hoaks dan ujaran kebencian melalui tabayun serta literasi digital,” urainya, sambil tersenyum.

Allah SWT berfirman dalam QS At-Taubah ayat 105, agar manusia bekerja dan beramal. Pena, ilmu, teknologi, dan akhlakul karimah menjadi senjata santri untuk membangun masa depan bangsa.

“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah (dianggap berjihad) hingga ia pulang hadis Riwayat Tirmidzi,” pungkasnya.

Cos