ISI Solo Lepas 532 Wisudawan, Rektor Sampaikan Pesan Penting Ini
SOLO, POSKITA.co – Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo) kembali menggelar upacara Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor periode 2026 yang berlangsung di Pendhapa Ageng Mr. KGPH Joyokusumo, Kampus Kentingan, Kamis, 15 Oktober 2026.
Sebanyak 532 wisudawan dari berbagai program studi seni pertunjukan, seni rupa dan desain resmi dilantik. Dalam wisuda kali ini, ISI Solo tidak hanya meluluskan mahasiswa jenjang sarjana (S-1) dan Magister (S-2) tetapi juga melahirkan lulusan jenjang Doktor (S-3) dibidang pengkajian dan penciptaan seni.
Di antara 532 wisudawan terdapat wisudawan Program Studi di Luar Domisili (PDD) ISI Solo Embrio Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Selatan sejumlah 6 wisudawan yang terdiri atas 3 wisudawan program studi Film dan Televisi, 1 wisudawan program studi Desain Interior, dan 2 wisudawan program studi Teater.
203 Wisudawan Memperoleh Predikat Cumlaude.
Perolehan IPK rata-rata 3,69 masa studi maksimal 9 semester untuk program sarjana, perolehan IPK rata-rata 3,81 dengan masa studi maksimal 9 semester untuk program sarjana terapan, perolehan IPK rata-rata 3,84 dengan masa studi maksimal 4 semester untuk program magister, dan IPK rata-rata 3,89 dengan masa studi maksimal 8 semester untuk program doktor.
Masa studi wisudawan tercepat untuk program sarjana adalah 3 tahun 6 bulan, program sarjana terapan adalah 3 tahun 9 bulan, program magister 1 tahun 7 bulan, dan program doktor 2 tahun 11 bulan,
Perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi wisudawan program sarjana 3,97; program sarjana terapan 3,95; program magister 3,97, dan program doktor 3,93
Jumlah lulusan Ahli Madya, Seniman Karawitan, Sarjana Seni, Sarjana Terapan Seni, Magister, dan Doktor dihitung semenjak masih berstatus Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta, Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta, dan Institut Seni Indonesia Surakarta, adalah sebanyak 10.025 orang,
Pesan Rektor
Rektor ISI Solo, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos.,M.Sn menyampaikan, saudara tidak hanya dikukuhkan sebagai lulusan sarjana, sarjana terapan, magister, dan doktor. Lebih dari itu, Saudara diwisuda sebagai insan seni yang telah ditempa, baik secara intelektual, emosional, maupun secara kultural.
“Pendidikan di ISI Solo tidak hanya mengajarkan teknik, estetika, dan keterampilan artistik. Namun juga membentuk cara pandang atau cara saudara-saudara melihat dunia, membaca realitas sosial, dan merespons dinamika budaya yang terus berubah,” ujar Rektor.
Ia mengatakan bahwa, seni memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh pendekatan lain. Dalam hal ini, seni mampu menyentuh hati ketika logika tidak lagi cukup, menyatukan perbedaan ketika konflik menguat, dan menghidupkan kembali nilai ketika tradisi mulai dilupakan.
“Dan di situlah peran Saudara. Saudara-saudara adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, penerjemah nilai-nilai budaya ke dalam bahasa zaman, dan penggerak kesadaran sosial melalui ekspresi artistik,” jelas Bondet.
Ia juga mengatakan, di era digital ini, saudara-saudara juga memiliki peluang yang sangat besar. Teknologi bukan ancaman bagi seni, namun medium baru.
“Manfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan karya saudara, memperkenalkan budaya lokal ke panggung global, dan menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan,” ujar Bondet.
Saya ingin menyampaikan tiga pesan singkat. Pertama, tetaplah berkarya, jangan berhenti mencipta, karena di situlah jati diri saudara. Kedua, tetaplah belajar, karena dunia terus berubah, dan saudara harus terus tumbuh. Ketiga, tetaplah peduli, karena seni tanpa empati hanyalah sebuah ruang estetika kosong. (Arya)

