Klaten

Gudang Rosok Milik Eko di Dongkelan Terbakar, Sumur Tetangga Jadi Tercemar dan Airnya Berubah Warna

Keterangan Foto: Suwarto (kaos biru) menunjukkan botol berisi air sumur yang tercemar dan jelang maghrib dirinya menguras sumurnya yang berada di samping lokasi kebakaran, Minggu (26/7/2026) sore.

KLATEN, POSKITA.co – Dampak dari kebakaran Gudang barang bekas atau rosok di Dongkelan, Desa Drono, Kecamatan Ngawen, Klaten, air sumur Suwarto (61 th) yang berada samping Gudang tersebut berbau dan warnanya merah kekuningan.

Hal ini dikatakan Suwarto kepada redaksi saat melakukan pengurasan air sumur miliknya yang berada di luar rumahnya, Minggu (26/7/2026) sore hari. Indikasinya gudang rosok terbakar pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB api membakar sangat besar dan harus dikerahkan tangki air untuk memadamkannya.

Karena dikhawatirkan merembet ke rumah warga, akhirnya ada 4 mobil damkar dikerahkan dan total ada 9 tangka air digunakan untuk menuntaskan pemadaman api. Gudang rosok ini merupakan milik Eko Purwanto yang disewa oleh Doni, warga Gabugan, Desa Candirejo.

“Setelah Damkar Klaten berhasil memadamkan api rumah Gudang rosok ini, air dari 9 tangki yang dibawa mobil Damkar masuk merembes ke dalam sumur. Air sumur sebelum kebakaran warnanya bening dan setelah kebakaran menjadi berubah warnanya merah kekuningan dan berbau,” jelas Suwarto.

Camat Ngawen H. Poniran, SIP, membenarkan kejadian ini dan membawa sampel atau contoh air sumur yang berbuah warna untuk dilakukan penelitian. Sebab kalau dipakai untuk mandi dan kebutuhan lainnya bagi keluarga Suwarto memang kurang sehat.

“Tadi kebakaran sekitar Minggu pagi, pukul 09.00 WIB yang diduga warga sedang kerja bakti dan membakar sampah di jalan. Kemungkinan ada angin, akhirnya sampah yang dibakar itu terbang mengenai rosokan tersebut dan terjadilah kebakaran,” ungkap Camat Poniran yang datang Bersama unsur Forkopincam Ngawen dan Kades Drono Mukti Cahyono yang masih mengenakan baju jas jagong.

Poniran menambahkan, kejadian sudah diselesaikan secara damai dan pihak penyewa dan pemilik bangunan sudah bertemu. Dengan kejadian ini, jelas Suwarto, masyarakat Dukuh Dongkelan, Desa Drono dan sekitarnya, untuk berhati-hati. Kalau sedang membakar sesuatu, harus diawasi sampai benar-benar padam apinya.

Anak-anak kampung sedang melihat gudang rosok yang terbakar di Dongkelan, Drono, Ngawen, Minggu sore.

Termasuk putung rokok, obat nyamuk yang dibakar dan kebocoran gas elpiji, harus diawasi. Biasanya kebakaran itu, kata Poniran, karena kelengahan atau sembrono warga yang diakibatkan beberapa sebab di atas. Camat Ngawen Poniran menghimbau agar kebakaran jangan terulang kembali dengan deteksi dini dan kehati-hatian warga itu sendiri.

Saksi mata kebakaran tersebut tiada Istri Suwarto sendiri yang bekerja sebagai penjahit baju di rumah. Dia melihat langsung api yang membakar gudang rosok tersebut dan langsung berteriak-teriak minta tolong. Dan kebetulan Ismiyati sang penjahit baju punya nomor kontak Damkar Klaten dan langsung menghubunginya. Dalam Waktu kisaran 15 menit mobil Damkar Klaten tiba di lokasi kejadian. (Hakim)