Sri Hartanto Terpilih sebagai Ketua PWI Surakarta, Anas: Jaga Marwah Profesi
Foto: dok
SURAKARTA, POSKITA.co – Sri Hartanto resmi terpilih sebagai Ketua PWI Surakarta periode 2026–2031 secara aklamasi dalam Konferensi PWI Surakarta yang digelar di Monumen Pers Nasional, Sabtu (20/6/2026).
Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh, didampingi Budi Santoso yang juga secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta serta jurnalis senior Bambang Sugeng.
Terpilihnya Sri Hartanto menandai berakhirnya kepemimpinan Anas Syahirul Alim yang memimpin PWI Surakarta periode 2022–2027.
Konferensi digelar lebih awal setelah Anas mendapat amanah menjadi pengurus PWI Pusat. Sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI, pengurus di tingkat pusat tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai ketua PWI di tingkat daerah sehingga proses regenerasi kepemimpinan harus segera dilaksanakan.
Sebelum proses pemilihan ketua dimulai, Anas Syahirul Alim mengajak seluruh anggota PWI Surakarta menjaga soliditas organisasi dan memberikan dukungan penuh kepada siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PWI Surakarta.
“Nanti ada yang memegang tampuk kepemimpinan berikutnya. Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Ketua Panitia Konferensi Bramantyo, kita dukung 100 persen. Prinsipnya, kita semua yang berorganisasi ini pertama untuk menjaga marwah profesi kita. Kemudian yang kedua menjadi jembatan dengan siapa pun, baik pemerintah maupun seluruh mitra organisasi,” ujar Anas.
Menurut Anas, PWI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah bagi wartawan ketika menghadapi berbagai persoalan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Selama ini PWI Surakarta aktif memberikan pendampingan kepada anggota, mulai dari advokasi, penyelesaian persoalan hukum, hingga memperjuangkan kepentingan wartawan di lapangan.
Ia juga menitipkan agar kepengurusan yang akan terbentuk mampu menjaga dan mengembangkan berbagai program yang telah dirintis bersama.
“Saya hanya menitip jaga legacy yang sudah kita lakukan bersama-sama. Ada banyak hal yang sudah kita bangun, mulai dari pendidikan, kemitraan, silaturahmi hingga kegiatan seni dan budaya. Tolong dijaga dan diteruskan dengan prestasi-prestasi berikutnya,” katanya.
Anas menilai PWI Surakarta memiliki posisi yang istimewa dalam sejarah organisasi karena lahir di Kota Solo dan berstatus setingkat provinsi.
Meski memiliki wilayah organisasi yang relatif kecil, kreativitas dan inovasi para anggotanya dinilai selalu menjadi kekuatan utama.
Ia juga optimistis kepengurusan baru akan mendapat dukungan penuh dari para senior PWI Surakarta.
“Saya yakin senior-senior PWI Surakarta akan terus membantu dan mendorong dari belakang. Organisasi ini harus terus berkembang, semakin kreatif, semakin inovatif, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota,” ucapnya.
Selain itu, Anas menegaskan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) harus tetap menjadi program prioritas karena menjadi pintu masuk peningkatan kualitas wartawan.
Ia mengungkapkan PWI Pusat telah berkomunikasi dengan Polri terkait pelaksanaan program UKW bagi 1.000 wartawan yang nantinya dapat diakses PWI di daerah melalui masing-masing Polda.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh, membenarkan Konferensi PWI Surakarta dipercepat sebagai konsekuensi atas amanah baru yang diterima Anas Syahirul Alim di kepengurusan PWI Pusat.
Menurut Zulkifli, sesuai aturan organisasi, Anas harus melepaskan jabatan Ketua PWI Surakarta sehingga estafet kepemimpinan dilakukan melalui konferensi yang akhirnya menetapkan Sri Hartanto sebagai ketua baru secara aklamasi.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, PWI Surakarta, ungkap Zulkifli, diharapkan terus memperkuat profesionalisme wartawan, meningkatkan kompetensi anggota melalui pendidikan dan Uji Kompetensi Wartawan, serta memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan tanpa mengurangi independensi pers.
Terpilihnya Sri Hartanto sekaligus menjadi awal estafet kepemimpinan baru bagi PWI Surakarta untuk melanjutkan capaian organisasi, memperkuat peran sebagai rumah bagi insan pers, serta menjaga marwah profesi wartawan di Kota Solo.***
Cosmas

