Sambung Rasa Bupati Periode II Digelar di Pesu,Ajang Serap Aspirasi Warga
Keterangan Foto: Bupati Klaten Hamenang didampingi Camat Wedi Widaya kujungi stand-stand UMKM yang ada di acara Sambung Rasa, Jumat pagi, 5 Juni 2026.
KLATEN, POSKITA.co – Antusias warga Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Klaten, menyukseskan Sambung Rasa Bupati Klaten tahap II tahun 2026 begitu terasa di Balai Desa Pesu, Jumat (5/6/2026) pagi. Sambung Rasa sebagai ajang serap aspirasi warga ini kembali bergulir mulai Juni 2026 ini begitu berbeda. Ada apa?
Saat Bupati datang, siswa SD ikut bersorak-sorak sambut Bupati dan semua ingin berfoto ria dengan orang nomor 1 di Klaten ini. Para warga dan ASN yang sedang bertugas di stand yang ada, juga heboh minta foto Bupati Hamenang saat melihat dari dekat atau sidak stand mereka.
Begitu komplit semua elemen terlibat, termasuk peserta atau dinas yang membuka stand pelayanan Pemkab Klaten maupun BUMD di lokasi. Antara lain ada stand DissosP3APPKB Klaten, Disperinaker, Bank Klaten, Bank Jateng, Diskominfo, Disdukcapil, DKUKMP, Dispersip, RSUD Bagas Waras, serta Puskesmas.
Tak terkecuali ada stand potensi dari setiap desa di Kecamatan Wedi juga ditampilkan pada kegiatan tersebut. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, SIKom, bersama para Asisten serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Camat Wedi Widaya, SH MSi bersama istri Camat mendampingi Bupati Klaten di panggung bersama unsur Forkopincam Wedi, Kepala Dispermasdes Klaten Dra. Hj. WS Rahayu, MSi, Kades Pesu Budi Hartono, SE.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyaluran bantuan sosial, pendidikan hingga sembako dari Baznas, PT BPR Bank Klaten, PDAM Tirta Merapi, serta Dissos P3APPKB. Selain itu, ada penyerahan santunan jaminan kematian dan beasiswa peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk dua ahli waris dari Pesu. Kegiatan itu bakal digelar secara bergiiran ke 26 kecamatan di Klaten.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan, Sambung Rasa menjadi agenda penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Berbagai permasalahan atau usulan bisa disampaikan langsung warga dan mendapatkan tanggapan dari bupati dibantu pimpinan perangkat daerah yang membidangi langsung.
“Kegiatan ini adalah bagaimana menyambung rasa antara kam dari pemerintahan dan masyarakat. Kami bisa menyerap secara langsung apa yang menjadi usulan dari masyarakat. Tentu tidak kemudian semua bisa diselesaikan secara langsung. Ada beberapa yang bisa langsung dieksekusi, ada yang harus menunggu aturan, anggaran dan lain sebagainya,” jelas Hamenang.
Hamenang juga menjelaskan berbagai pelayanan di pemerintah daerah di hadirkan di lokasi kegiatan Sambung Rasa. Tujuannya mendekatkan pelayanan yang ada di Pemkab Klaten mulai dari kesehatan, sosial, perizinan dan lainnya. “Dan dari kegiatan ini kami menghadirkan secara langsung bantuan-bantuan ke masyarakat,” jelas Hamenang.
Dari Sambung Rasa di Wedi, Hamenang mengungkapkan berbagai aspirasi disampaikan warga. Salah satu yang banyak disampaikan yakni permintaan bantuan mobil layanan desa. Selain itu, ada usulan perbaikan saluran irigasi dan sarana lainnya. Perwakilan warga juga mengusulkan pembangunan gedung PAUD agar bisa dipihaki pemerintah.
“Desa Pesu ini termasuk desa istimewa, desa luar biasa, karena menjadi lokasi perdana pembukaan agenda sambung rasa tahap II tahun 2026. Silahkan warga bisa menyampaikan usul atau aspirasinya di forum sambung rasa ini. Alhamdulillah untuk permintaan saluran irigasi, mungkin bisa kami kerjakan tahun ini. Untuk yang lainnya mungkin di tahun depan,” kata Hamenang.
Sementara itu, Kades Pesu, Budi Hartono, menyampaikan rasa terima kasih dan sangat mengapresiasi atas kunjungan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran ke Desa Pesu. Menurut Kades Budi, kehadiran tersebut merupakan momen yang telah lama dinantikan oleh warga.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, karena desa Pesu dipercaya menjadi desa perdana pembukaan sambung rasa tahap II. Kami juga mengucapkan terima kasih karena berkenan meresmikan gedung serbaguna Desa Pesu yang diberi nama Indra Kilo. Semoga desa Pesu ini ke depannya bisa maju, sejahtera dan warganya semakin bersatu,” jelas Budi.
Dalam acara ini, Bupati menyerahkan bantuan sosial, beasiswa, hingga layanan masyarakat gratis seperti pemeriksaan kesehatan. Bantuan CSR dari Bank Jateng, Bank Klaten, PT Aneka Usaha Klaten, Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten, juga dari BAZNAS Klaten.
Salah satu perwakilan lembaga RT/RW di Desa Pesu, Nanang, yang hadir dalam acara mengusulkan agar permintaan warga ada bantuan mobil layanan desa bisa dikabulkan. Kendaraan itu diperlukan untuk mobilitas pelayanan lansia, akseptor KB, stunting dan lainnya.

“Kami dari lembaga RT/RW menyampaikan aspirasi dari warga kami agar dapat diwujudkan mobil layanan sosial. Karena sangat urgens dan dinantikan masyarakat bantuan mobil layanan lansia, akseptor KB, penanganan stunting dan lainnya,” jelas Nanang.
Paguyuban Kepala Desa (Kades) se Kecamatan Wedi bersama Ketua TP PKK se Kecamatan Wedi juga hadir dengan senang hati. Ikut menghibur acara sambung rasa bersama Bupati Klaten Hamenang ini ada penampilan seni karawitan ibu-ibu, serta grup musik angklung. Sejumlah insan pers juga tak menyia-nyiakan acara sambung rasa ini dan berkenan hadir mendokumentasikan kegiatan yang penuh makna. (Hakim)

