Sekdes Krakitan Warsono Kelola Perahu New Arwana di Rowo Jombor, Liburan Mbludak..!!
Keterangan Foto: Perahu New Arwana siap mengarungi Rowo Jombor yang kedalamannya sekitar 6-7 meter.
KLATEN, POSKITA.co – Berawal dari usaha jualan rumah makan warung apung New Arwana di atas Rowo Jombor, Krakitan, Bayat, Klaten, sejak tahun 1990-an, Warsono (58 th), akhirnya sejak akhir 2021 lalu warungnya ditarik ke atas alias geser di kior Taman Nyi Ageng Rakit Rowo Jombor sisi timur.
Saat ditemui redaksi di Taman Nyi Ageng Rakit, Jumat (1/5/2026) siang, Warsono mengaku tetap bersyukur. Saat ini bersama istrinya Nur Khasanah mengelola warung New Arwana dan perahu air yang mampu menampung 40-50 orang yang diberi nama Perahu Arwana. Setiap weekend atau liburan selalu ramai pengunjung dari berbagai daerah.
Dikisahkan, warung apung di Rowo Jombor, Klaten, telah ditertibkan dan dilarang beroperasi di atas air sejak revitalisasi oleh BBWS Bengawan Solo pada tahun 2021-2022 karena melanggar tata ruang. Dan pusat kuliner dialihkan ke darat di Plaza Nyi Ageng Rakit dengan didukung wisata perahu air.
“Kita tetap bersyukur bisa mengelola warung di kios Taman Nyi Ageng Rakit dan juga ada perahu air. Untuk naik perahu saja tiketnya Rp10 ribu dan kalau dengan makan Rp40 ribu dengan lauk nila bakar atau nila goreng. Kita layani dengan senang hati siapapun yang singgah di sini,” ujar Warsono yang tak lain Sekretaris Desa Krakitan.
Biasanya pengunjung juga suka naik speed boat dengan tiket Rp20 ribu sekali naik dengan durasi kisaran 10-15 menitan. Speed boat ini isinya 5 orang termasuk sopir speed boat dan 4 orang penumpang yang dilengkapi dengan pelampung. Penumpang bisa menikmati indahnya Rowo Jombor di pagi hari atau sore hari.
Untuk jumlah perahu air milik Warsono yang panjangnya kisaran 4×16 meter, baru jadi dipakai atau mulai eksis jelang lebaran kisaran tanggal 15 Maret 2026 yang dibuatkan Sinung Widiyatmoko (Kasi Pemerintahan Desa Krakitan, Bayat) yang tak lain adik Warsono sendiri.
“Jadi saat ada larangan warung makan di atas Rowo, warga mulai membuat kapal tahun 2021 dan mulai beroperasi. Untuk jumlah keramba yang ada maksimal 5 persen dari luasan Rowo Jombor atas ajuan Bupati Klaten Waktu itu Hj. Sri Mulyani ke BBWS dan disetujui,” jelasnya.
Salah satu perahu air yang awal eksis adalah miliknya Mas Gaduk (50 th) dengan ukuran 4×12 meter. Menurut Warsono, animo masyarakat untuk berkunjung naik perahu air di Rowo Jombor sangat tinggi. Akhirnya bermunculan puluhan perahu air yang dikelola warga Desa Krakitan secara mandiri.

Setiap liburan atau Jumat-Minggu, perahu New Arwana biasanya bisa berlayar antara 10-15 Angkatan. Kalau hari biasa antara Senin-Kamis biasanya antara 1-3 kali. Tapi menurut Warsono, rejeki sudah diatur Gusti Allah SWT. Seperti Jumat (1/5) kemarin, ada rombongan warga luar kota yang bingung mau naik kapal.
“Ya, akhirnya saya arahkan naik perahu New Arwana dan hanya naik saja tanpa makan. Kita tidak memaksa pengunjung harus pesan makanan di atas perahu dan kalau hanya naik perahu saja juga tak masalah,” jelasnya.
Istrinya Nur Khasanah menambahkan, kalau ada pesanan pengunjung lebih dari 50 orang, biasanya New Arwana ajak atau merangkul perahu lainnya. Semisal ada permintaan dari H. Waluyo, warga Troketon, Pedan, yang mengajak 150 orang naik perahu. Waluyo juga pesan makan besar untuk rombongannya.
“Akhirnya kita ajak 2 perahu lainnya untuk mengangkut rombongan H. Waluyo dan semuanya bisa lancer. Per orang tiketnya termasuk makan besar adalah Rp40 ribu dan menyenangkan. Bisa pesan dulu ke sini atau bisa mendadak juga tak apa-apa,” ujar Nur Khasanah. (Hakim)

