Jaga Karya “Jagongan Gayeng Mekare Budaya” Hidupkan Semangat Pelestarian Seni di Boyolali
Boyolali,Poskita.co 3/04/2006— Komunitas seni dan budaya menggelar kegiatan bertajuk Jaga Karya: Jagongan Gayeng Mekare Budaya sebagai upaya melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya lokal di Kabupaten Boyolali. Acara ini berlangsung meriah dengan melibatkan seniman, budayawan, dan masyarakat umum.

Kegiatan “Jagongan Gayeng Mekare Budaya” merupakan forum berkumpulnya pelaku seni dan masyarakat dalam bentuk diskusi budaya, pertunjukan seni tradisional, serta ruang ekspresi kreatif.
Acara ini diinisiasi oleh komunitas Jaga Karya bersama para seniman lokal, budayawan, serta didukung oleh masyarakat Boyolali yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Diselenggarakan pada hari Jumat, 03 April 2026 dari pukul 19:30 WIB, hingga selesai.
Bertempat di rumah bapak Supana (mantan Kadis Dikbud Kabupate Boyolali) di Kentingan, Desa Mudal, Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali.
Kegiatan ini digelar dalam rangka mangayubagya syawalan selain sebagai kegiatan rutin juga merupakan respons terhadap semakin berkurangnya minat masyarakat terhadap budaya tradisional. Melalui “Jagongan Gayeng”, diharapkan tercipta ruang dialog yang santai namun bermakna untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap budaya lokal Boyolali.

Acara dikemas secara interaktif melalui konsep “jagongan” atau diskusi santai yang dipadukan dengan siteran Timbang Nganggur dari Gombang Sawit. Para Rawuh terkait seni, budaya, dan permasalahan yang timbul masyarakat sekitar.
Koordinator kegiatan, Mas Aslar menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan regenerasi pelaku seni. “Kami ingin budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara dalam sambutannya bapaj Supana merasa haru dan bangga atas kehadiran ratusan seniman dan tokoh budayawan. perlu dipahami bahwa kuncaraning bangsa terletak pada kemajuan budaya. ” Pesan kepada pak Kabid Kebudayaan, tidak hanya nguri uri, juga ngurip urip budaya, seniman dan pelaku budaya”.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Boyolali semakin dikenal sebagai daerah yang aktif dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal. (Sarsito)

