Ketika Para “Sesepuh” Beradu Suara di Lomba Religi, Didukung Owner Wong Solo
SOLO, POSKITA.co — Kawasan kuliner Ngarsopuro mendadak syahdu sekaligus meriah pada Minggu (8/3). Bukan oleh hiruk-pikuk belanja biasa, melainkan alunan lagu-lagu religi yang dibawakan penuh penjiwaan oleh para peserta lintas kota.
Acara bertajuk Kampung Ramadan Keprabon Suka Mengaji (Prabu Sangaji) ini mencuri perhatian karena kategorinya yang unik: khusus dewasa di atas usia 35 tahun. Tak tanggung-tanggung, ajang ini mendapat dukungan penuh dari tokoh kuliner nasional, Puspo Wardoyo, Owner Wong Solo Grup sekaligus pemilik destinasi Kalipepe Land.

Ketua Panitia, Eko Budi Utomo—yang akrab disapa Gibas—mengungkapkan bahwa lomba ini sengaja dirancang untuk memberi ruang bagi para senior yang selama ini jarang mendapat panggung kompetisi.
“Kami ingin para sesepuh dan senior tetap punya wadah untuk menyalurkan bakat seni mereka. Meski usia sudah di atas 35 tahun, semangat mereka tidak kalah dengan anak muda,” ujar Gibas di sela acara.
Antusiasme peserta terbukti luar biasa. Peserta tidak hanya datang dari Solo Raya, tetapi juga berdatangan dari Yogyakarta, Semarang, Purwodadi, Kudus, hingga Kendal. Mereka tampil habis-habisan memperebutkan hadiah uang tunai dan trofi penghargaan.

Dukungan dari Puspo Wardoyo dan kehadiran ratusan penonton di Ngarsopuro memberikan dampak instan bagi pedagang sekitar. Gibas menegaskan bahwa misi utama acara ini adalah multi-track: ibadah, hiburan, sekaligus ekonomi.
“Tujuan utamanya bukan sekadar hiburan Ramadan, tapi bagaimana kita mendorong geliat ekonomi lokal, khususnya sektor kuliner yang menjadi ikon di Ngarsopuro ini,” tambahnya.
Semarak Ramadan di Keprabon tidak berhenti di sini. Setelah panggung lagu religi untuk orang tua sukses digelar, panitia telah menyiapkan agenda berikutnya yang tak kalah seru.
Pada 15 Maret 2026 mendatang, giliran talenta muda yang akan beraksi dalam Drum Competition kategori usia 7 hingga 15 tahun. Langkah ini diharapkan terus menjaga nyawa keramaian Ramadan di pusat Kota Bengawan hingga hari kemenangan tiba.
Tanto

