Kedai Aroma Batavia Klaten, Dibanjiri Pengunjung Pecinta Kuliner
Foto Atas: Saat peresmian atau launching Kedai Aroma Batavia ini dilakukan pada Jumat (6/3/2026) petang.
KLATEN, POSKITA.co – Betapa ceria wajah Ghiffari (25 th), pemuda Pedan, Klaten, yang telah sukses berbinis kuliner. Sebelumnya Ghiffari bersama ayahnya Amad Juwaery menekuni warung tengkleng Ndas Sor Duren di Jatimulyo, Pedan, Klaten kisaran tahun 2020.
Warung tengkleng Ndas Sor Duren mulai gayeng dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah, seperti Sukoharjo, Yogyakarta, Solo, Semarang, bahkan dari Jakarta. Mereka datang dan tuman atau kangen menikmati sate kambing, tengkleng kepala kambing wutuh, nasi kebuli ala baik dan menu lainnya.
Nah, animo masyarakat yang tinggi dengan keberadaan kuliner, membuat Ghiffari bersama ayahnya Amad Juwaery memberanikan diri membuka usaha kuliner baru. Kedai Aroma Batavia, demikian nama tempat kulineran atau tempat nongkrong anak muda atau masyarakat umum lainnya, yang berada di belakang SMKN 1 Pedan.
Untuk peresmian atau launching Kedai Aroma Batavia ini dilakukan pada Jumat (6/3/2026) petang. Sebelum launching, Kedai Aroma Batavia ini sudah melayani pecinta kuliner dengan penjajagan dan beberapa perbaikan di sana-sini. Format suasana Aroma Batavia dikemas denngan kenyamanan dan ada estetika atau seninya.
“Di sini memang berbeda dengan yang di warung tengkleng Ndas Sor Duren. Kemasannya ada sebuah rumah tua dengan gaya lama dan pengunjung diajak menikmati menu yang ada di sini. Suasana kayak di Batavia atau Jakarta tempo dulu yang klasik dan menguncang pecinta kuliner untuk datang,” jelas Ghiffari.

Sementara itu, Amad Juwaery menambahkan, jumlah karyawan yang ada di Aroma Batavia ini sekitar 10 orang yang memang berpengalaman atau bakat dalam memasak. Menu yang laris di sini adalah nasi kebuli ala baik dengan minuman kopi poci dengan tampilan pasir panasnya.
“Kopi ini menggunakan pasir, jadi panasnya bisa lebih tahan lama. Sebenarnya penyebutannya kopi Turki, tapi media tuangnya pakai poci. Selain itu, di sini ada menu nasi kebuli ini paling dinikmati di saat Ramadan. Dan kita juga mengonsep dari Timur Tengah dan harga kopi poci Rp20 ribu dan nasi kebuli Rp35 ribu,” jelas Amad Juwaery.
Aroma Batavia Pedan ini, berusaha tampil beda dengan kedai kopi lainnya. Konsepnya dengan mengemas metode tradisional, yaitu ada tampilan kopi dengan pasir. Untuk syawalan atau lebaran ke depan, jelas Juwaery, sudah banyak yang order atau reservasi. Dan di saat Ramadhan mendekati lebaran ini, pengunjung juga membludak yang kebanyakan komunitas emak-emak atau generasi muda. (Hakim)

