SDN Mangkubumen Lor Mengubah Jalanan Menjadi Ruang Belajar
Para siswa SDN Mangkubumen Lor menggelar pentas seni dan budaya bertajuk “SMALTA ADIWIYATA CAMPAIGN” di CFD Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (1/2). (foto dokumentasi)
SOLO, POSKITA.co –Koridor Slamet Riyadi, Minggu (1/1/2026) pagi, yang biasanya dipenuhi oleh hiruk-pikuk warga berolahraga, mendadak berubah menjadi panggung terbuka yang penuh warna. Ribuan pasang mata warga Solo seolah tersihir oleh energi ratusan anak-anak sekolah dasar yang tumpah ruah ke jalanan.
Bukan sekadar jalan santai, SDN Mangkubumen Lor sedang melancarkan misi khusus: “SMALTA ADIWIYATA CAMPAIGN”. Sebuah gerakan kampanye lingkungan, kesehatan, dan kerukunan yang dibawa langsung dari bangku sekolah ke jantung keramaian kota.
Panggung Budaya dari Kelas 1 hingga 6
Sorak-sorai penonton pecah saat para siswa mulai menunjukkan kebolehannya. SDN Mangkubumen Lor membuktikan bahwa edukasi lingkungan bisa disampaikan dengan sangat artistik. Formasi tari tradisional yang dibawakan secara estafet menjadi pembuka yang manis:
- Kelas 1: Menggemaskan dengan Tari Semut.
- Kelas 2: Lincah membawakan Tari Dongklak.
- Kelas 3: Anggun dengan Tari Lilin.
- Kelas 4: Gagah dalam balutan Tari Gajah Melin.
Harmonisasi musik dari tim ansambel kelas 6 kian menyemarakkan suasana, membuktikan bahwa sekolah Adiwiyata juga merupakan persemaian bakat seni yang mumpuni.
Edukasi yang Menular: Dari Cuci Tangan hingga Bibit Gratis
Salah satu momen paling interaktif terjadi saat siswa kelas 5 memimpin gerakan “6 Langkah Cuci Tangan”. Dengan musik yang energik, mereka mengajak warga yang sedang beristirahat sejenak dari jogging untuk ikut menggerakkan tangan—sebuah pengingat sederhana namun krusial tentang gaya hidup sehat.
Tak hanya lewat gerakan, pesan peduli lingkungan juga dipertegas melalui pidato singkat dari perwakilan siswa. Sebagai aksi nyata, para siswa juga membagikan bibit tanaman gratis kepada pengunjung CFD. Aksi ini menjadi simbol bahwa semangat Adiwiyata harus tumbuh di setiap rumah warga Solo, bukan hanya di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga berani menyuarakan dan menjadi contoh bagi masyarakat luas,” ujar Sri Rejeki, S.Pd., Kepala Sekolah SDN Mangkubumen Lor, di sela-sela kemeriahan acara.
Flashmob Rukun: Pesan Damai di Aspal CFD
Puncak acara ditutup dengan sebuah pemandangan yang menyentuh. Ratusan siswa melakukan flashmob massal diiringi lagu “Rukun Sama Teman”. Gerakan serempak ini seolah mengirimkan getaran positif tentang pentingnya toleransi dan persahabatan di tengah masyarakat yang heterogen.
Bagi warga Surakarta, aksi SMALTA ini adalah penyegaran. Banyak pengunjung yang sengaja berhenti, mengeluarkan ponsel, dan mengabadikan momen kreatif tersebut.
“SMALTA ADIWIYATA CAMPAIGN” sukses membuktikan bahwa sekolah bukan lagi menara gading. Melalui aksi di ruang publik, anak-anak ini telah menjadi duta kecil bagi bumi yang lebih hijau dan masyarakat yang lebih rukun.
Tanto

