Klaten

Ngopi Rumahan ala Mas Antok di Ketandan, Tempat Nongkrong Komunitas

KLATEN, POSKITA.co – Beberapa tahun ini, trend anak muda mulai senang dengan ngopi di warung angkringan, cafe dan resto. Dan saat ini harga kopi di kelas cafe atau resto, sangat mahal dan kurang bersahabat di kantong atau kocek mahasiswa.

Tradisi ngopi anak muda atau gaya hidup orang saat ini sangat terlihat di berbagai sudut Kota Klaten. Mereka duduk di cafe sambal buka laptop dan main game sampai berjam-jam. Bahkan semakin malam akan semakin betah mereka nongkrong atau ngopi Bersama teman-temannya.

Terlihat mobil berjejer dengan kesan kelompok menengah ke atas, serta ada anak muda kalangan menengah ke bawah naik sepeda motor terparkir di cafe-cafe. Tak hanya anak muda atau mahasiswa, orang tua pun juga banyak yang gemar nongkrong ngopi sambilm bicara bisnis atau usaha.

Hal ini menjadi pemikiran Partono alias Mas Antok, warga Ketandan, Wonosari, Trucuk, Klaten. Beberapa bulan ini, rumahnya sering kedatangan tamu dari berbagai komunitas dan mereka ternyata suka dengan sajian kopi ala rumahan yang dibuatnya.

“Saya tahu saat ini baru trend nongkrong ngopi anak muda di sejumlah cafe atau resto. Tapi saya lihat hanya kalangan tertentu saja dan perlu ada langkah inovasi terkait trend nongkrong sambil ngopi. Makanya saya mulai nyicil-nyicil merintis bikin tempat nongkrong sambal ngopi bagi semua kalangan,” jelas Mas Antok.

Direncanakan setelah lebaran 2026 atau sekitar bulan Maret 2026, tempat nongkrong sambil ngopi akan dilaunching. Beberapa komunitas saat ini sudah mulai sering singgah di rumahnya yang berada di 100 meter selatan warung Bakmi HW atau 20 meter pojok utara lapangan Desa Wonosari.

Untuk kopi yang dikemas antara lain kopi rubusta, kopi rempah-rempah, kopi americano dan kopi lainnya. Kebetulan Mas Antok memiliki jaringan petani sekitar Boyolali dan lereng Merapi Klaten yang budidaya kopi. Sehingga kopi yang dikemas memang khas sekitar Klaten dan enak rasanya.

Saat ditemui redaksi Sabtu (27/12/2025) siang, Mas Antok juga kedatangan ibu-ibu pengurus TP PKK Desa Wonosari yang singgah menikmati kopi robusta dan aneka gorengan khas kampung. Antara lain ada ketela goreng, pisang goreng, dan sajian lainnya.

Ibu-ibu TP PKK Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Klaten, juga suka mampir ngopi.

Beberapa komunitas yang sering singgah ke rumahnya antara lain, TOSKY (Tour Sowan Kyai) Solo, pecinta touring motor NMAX, pengajian Tahsin, kalangan wartawan, perangkat desa, dan komunitas kampung lainnya. Kalau ada yang pingin mencoba racikan kopinya, disarankan ngontak dulu atau janjian dulu.

“Para sesepuh atau poro kiai ngendiko, wong sing seneng ngaji iku ojo lali ngopi. Kelawan ngopi iku dadi musuhe syetan, syetan sumingkir. Dari sisi kesehatan, penelitian para ahli, ngopi itu bisa perkuat kelep jantung. Percaya nggak percaya, buktikan saja,” jelasnya. (Hakim)