Klaten

Jembatan Kidul Pasar Gempol Ambles, 50 Persen Penurunan Jual Beli di Pasar

KLATEN, POSKITA.co – Ternyata dampak dari amblesnya atau ambrolnya jembatan Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, pada Jumat (2/1/2026) siang, berpengaruh pada roda perekonomian warga sekitar. Kalau tidak segera ditangani, akses jalan Provinsi Jawa Tengah dan DIY ini berdampak luas dan menyusahkan warga.

Hal ini dikatakan Sri Agung Suko Wijoyo, SH, Kepala Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten saat ditemui redaksi Minggu (4/1) petang. Jembatan Karangturi ini, menurut prasasti yang ada di sekitar jembatanm, dibangun tahun 1982. Dan setiap hari jembatan ini dilalui ratusan warga dari arah Klaten dan Gunungkidul.

“Jembatan yang panjangnya sekitar 22 meter dengan lebar sekitar 5 meteran ini, Jumat (2/1) pagi sebelum Jumatan belum terdeteksi ambrol. Baru setelah shalat Jumatan, warga mengetahui kalau jalan jembatan Karangturi ini mengalami retak dan ambrol di sisi utara dekat gapuro Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten,” jelas Kades Kadilanggon Sri Agung.

Kembali dilaporkan, Sabtu (3/1) sore sekitar pukul 17.00 WIB, jembatan Karangturi yang juga dikenal dengan sebutan jembatan kidul Pasar Gempol, ambrol dan longsor tebingnya dengan panjang 2 meteran dengan kedalaman 4 meteran.

Sri Agung mengatakan, akses jembatan Karangturi ini ditutup total karena sangat berbahaya jika nekat melewatinya. Dan warga dari arah Karangturi, Karanganyar, Gedangsari Gunungkidul, Clongop dan lainnya, harus mengambil rute jalan lainnya.

“Kita monitor di pasar Gempol, ternyata ada ratusan pedagang yang berjualan di pasar Gempol dan kebanyakan memang dari berasal dari daerah Karangturi, Gedangsari dan lainnya. Dampak jembatan ambles ini, 50 persen terjadi penurunan pembelian barang di pasar Gempol. Kalau mau ke pasar atau ke Kota Klaten, terpaksa harus melewati jembatan Wagean yang masuk Desa Karangturi khusus kendaraan roda dua,” ujarnya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, SIKom bersama Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto, SSos MM, Asisten 2 Setda Klaten Drs. Much Nasir, MM, Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna, SH, Camat Gantiwarno Retno Setyaningsih, SKM MMR, dan pejabat lainnya, sidak atau monitor langsung ke jembatan Karangturi usai memimpin upacara HAB ke-80 Kemenag di Alun-alun Klaten, Sabtu (3/1)siang sekitar pukul 09.30 WIB.

Diinformasikan Bupati Hamenang, jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno dan Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten amblas karena tergerus air banjir. Untuk perbaikan jembatan penghubung Klaten-Gunungkidul ini tidak memakai APBD Klaten, tetapi diusulkan ajuan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal ini didasari kalau lewat APBD Klaten akan terlalu lama dan menunggu satu tahun lagi dan anggaran 2026 sudah digedok tahun 2025 lalu. Pemkab Klaten mengusulkan ke BNPB melalui dana siap pakai (DSP) di pusat. Dan saat ini masih terhitung dalam siaga bencana hidrometeorologi dan jembatan ambles ini dikarenakan tergerus banjir.

Karena banyaknya sampah dan genangan ranting atau kayu di bawah jembatan, Sabtu (3/1) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, relawan BPBD, unsur TNI/Polri, BBWS Solo dan para relawan lainnya, kerja bakti resik-resik kali di bawah jembatan Karangturi. (Hakim)