Klaten

Camat Ngawen H. Poniran, SIP: Natalan 2025 dan Tahun Baru 2026 Tetap Kondusif

KLATEN, POSKITA.co – Dalam menyambut pergantian tahun baru 2026, Camat Ngawen, Klaten, H. Poniran, SIP, telah mengajak masyarakat untuk cipta kondisi. Masyarakat bisa doa bersama di malam pergantian 2025 menuju tahun baru 2026 dengan harapan tahun baru 2026 merupakan tahun yang membahagiakan.

Hasil monitor kegiatan malam tahun baru 2026, Camat Poniran bersama unsur Lintas Sektoral, termasuk bersama Koramil Ngawen dan Polsek Ngawen melihat semua harmonis, lancar dan damai. Banyak RT di berbagai perkampungan yang mengadakan malam tirakatan dengan makan Bersama.

“Untuk malam pergantian tahun 2025 menuju tahun baru 2026, masyarakat di wilayah Kecamatan Ngawen sudah melaksanakan anjuran dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dengan sebaik-baiknya. Secara sederhana, masyarakat mengadakan malam tirakatan. Adanya bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra dan Aceh, serta daerah lainnya, menjadi keprihatinan Bersama. Maka tahun baru 2026 diadakan sederhana saja, tidak foya-foya,” jelas Camat Poniran.

Tahun 2025 lalu, menurut Poniran memang banyak kenangan, baik suka dan duka. Namun demikian, sebagai abdi negara, sebagai ASN, tentunya semangat melayani masyarakat tetap ditingkatkan. Dalam kondisi apapun, sebagai ASN, kalau sudah menjadi topoksinya, segera bekerja dengan baik dan tetap koordinasi atau jalin komunikasi dengan jajaran lainnya.

Terkait keberadaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur program maka bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Ngawen, saat ini baru ada 5 titik, yaitu SPPG Kahuman, Pepe, Drono, dan 2 SPPG di Desa Mayungan. Namun, sampai berita ini dibuat, yang berjalan baru SPPG Pepe dan 2 SPPG di Mayungan.

“Untuk SPPG Drono dan Kahuman baru berproses ke arah realisasi. Saat ini memang baru ada 3 SPPG yang melayani MBG di wilayah Kecamatan Ngawen dan menunya juga sudah terpantau secara intens. Jangan sampai menu MBG malah mengandung bahan berbahaya dan tetap hati-hati tim SPPG dalam mengemas menu bagi anak-anak,” pesannya.

Camat Ngawen Poniran tidak ingin di wilayah Kecamatan Ngawen, gara-gara lengah pengawasan atau alasan lainnya, jangan sampai terjadi peristiwa makanan beracun dalam MBG. Pihak terkait juga diharapkan ikut melakukan pengawasan dan selama ini anggota Babinsa setempat dan pihak lain juga ikut memantau keamanan makanan MBG.

Wilayah Kecamatan Ngawen ini terdiri 13 desa yang masing-masing desa memiliki ciri khas masing-masing. Termasuk semangat kerukunan antar umat beragama juga terus digiatkan dan saling menjaga keharmonisan. Dalam kegiatan natalan di wilayah Kecamatan Ngawen juga dilaporkan berjalan aman dan kondusif.

Saat ditemui redaksi di kantor, Jumat (2/1/2026), Camat Poniran juga menyampaikan pelaksanaan natal di beberapa gereja berjalan lancer. Pengamanan pihak terkait, baik TNI/Polri dan relawan gereja setempat, juga intens melakukan pengawasan dan keamanan. Setidaknya ada tiga gereja di wilayah Ngawen, yaitu gereja Mayungan, Senden dan Manjung.

“Jemaat umat kristiani bisa melaksanakan ibadah sesuai keyakinan dengan aman, tenang dan damai. Untuk pantauan jemaat yang besar ada di gereja Katholik Senden yang jumlahnya ada 1000-an. Kami bersyukur, baik natalan 2025 dan tahun baru 2026 lancer damai,” jelasnya. (Hakim)