Warga Krebet Masaran Gelar Sumsuman Tutup Tahun 2018

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Ratusan warga di Desa Krebet kecamatan Masaran Kabupaten Sragen berpesta di Lapangan Desa untuk menandai momentum tutup tahun 2018 dengan menggelar tradisi cinthuk sumsuman. Kegiatan ini sekaligus merawat tradisi pasaran Ngatwage yaitu menggelar pasar di desa pada selapan sekali yaitu setiap Ahad Wage.

Kegiatan yang diberi title Sumsuman Tutup Tahun Bumi Maskarebet 2018 ini digelar pada Minggu pagi, 30 Desember 2018. Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu mendatangi lapangan desa dengan berdandan layaknya menghadiri kondangan. Hal itu karena panitia juga mengkaitkan acara itu dengan peringatan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember.

Mereka datang berombongan dari berbagai dukuh di desa Krebet. Mereka datang membawa 50 chintuk jenang sumsum dari setiap RT nya. Sehingga total chintuk sumsum yang dibagikan sekitar duaribu chintuk.

Dalam tradisi Jawa, Sumsuman merupakan salah satu adat Jawa yang biasa dilakukan setelah berakhirnya hajatan. Adat ini ditandai dengan memakan jenang sumsum. Jenang sumsum yakni makanan bubur yang dibuat dari tepung beras. Kemudian jenang disiram kuah santan dan gula merah. Jenang sumsum bercita rasa manis dan gurih.

Memakan jenang sumsum setelah selesainya hajatan dipercaya dapat menghilangkan lelah. Rasa manisnya juga memuat filosofi bekerja keras dahulu, menuai manis kemudian. Filosofi itulah yang dipakai oleh warga Krebet untuk memasuki tahun baru dengan semangat baru.

Kepala Desa Krebet, Masaran, Sragen Anggun Mahardika menjelaskan, acara tutup tahun ini sudah lima kali digelar oleh warga untuk terus menumbuhkembangkan semangat warga dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Tradisi chintuk sumsuman dan pasar ngatwage ini, memang segaja kita lestarikan agar desa ini terus berkembang tanpa harus meninggalkan tradisi yang ada,” tandas Anggun Mahardika kepada Reporter poskita.co, Udi H Djamil, seusai acara, Minggu (30/12/2018) pagi.

Selain chintuk sumsuman, kemeriahan Lapangan Desa Krebet juga diwarnai dengan Fashion show ibu-ibu desa, pertunjukan seni, pasar Ngatwage serta senam bersama untuk mengawali acara pada sekitar pukul 6 pagi.

Tradisi pasar Ngatwage, menurut Anggun Mahardika, dilestarikan warga karena secara turun temurun pasaran di desa Krebet berlangsung saat hari Ahad pada pasaran Wage. Ke depannya, Pasar Ngatwage akan dikembangkan untuk menjadi arena bagi warga memasarkan produk yang dimilikinya seperti kuliner dan home industry.

Anggun Mahardika berharap, kegiatan tutup tahun ini membuat warganya bisa lebih kompak serta meningkat kesejahteraannya pada tahun-tahun yang akan datang. (Udi H. Djamil)

Caption Foto:
Suasana meriah Sumsuman Tutup Tahun Bumi Maskarebet 2018 yang digelar oleh warga Desa Krebet, Masaran, Sragen, pada Minggu pagi, 30 Desember 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *