Mbah Ngadinah, Lansia yang Jualan Tiwul dan Buah Duwet di Bukit Cinta Bayat

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Sosok lanjut usia (lansia) Mbah Ngadinah Ratno (85 th), yang tinggal di Malangsari,  RT/RW 3, Desa Gununggajah, Bayat, Klaten, setiap minggu terlihat berjualan tiwul goreng dan sambal bawang di kompleks Bukit Cinta dan Watu Prahu, Gununggajah.

Saat ditemui wartawan, Minggu pagi (30/9/2018), Mbah Ngadinah mengaku senang bisa berjualan di obyek wisata kebanggaan Desa Gununggajah ini. Dikatakan, setelah Bukit Cinta dilaunching April 2017, selang dua bulan berikutnya baru berjualan tiwul goreng dan tiwul sambal bawang.

“Untuk tiap minggu dijual sekitar 35 bungkus tiwul dengan bahan awal ketela. Kemudian jadi gaplek dan digiling untuk dikukus. Setiap hari gaplek yang dibuat tiwul sekitar 2 kg. Harganya terjangkau dan non kolesterol, murah meriah, hanya Rp 2500. Terpenting disyukuri saja,” ujar Mbah Ngadinah.

Putranya juga ada yang jualan di Bukit Cinta, yaitu Slamet (40 th) jualan bakso dan mie ayam, serta Marsudi (43 th) jualan sego kucing dan air minum. Selain jualan tiwul, Mbah Ngadinah juga jualan tape, buah duwet, tempe, gatot dan lainnya.

Selain Ngadinah yang jualan tiwul, ada Mbah Yoso (56 th), Mbah Pariyem (58 th), dan Mbah Suminem (58 th). Diharapkan, dengan adanya obyek wisata Bukit Cinta ini, bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat Desa Gununggajah.

Puji Wahyu Harjanti, guru SMPN 1 Klaten yang jadi pelanggannya suka tiwul dan buah duwet, Minggu pagi (30/9).

Komarudin (40 th), selaku tim promosi Bukit Cinta mewakili Supardi ST (Ketua BUMDes Gumbregah Bukit Cinta), menjelaskan ada 50 lebih pedagang yang mencari rejeki di kompleks Bukit Cinta. Untuk jumlah 15 kios atau warungan di jalur pintu masuk dan warung yang di bukit ada 15.

“Pedagang lainnya ada di kios permainan sejumlah 10 titik, pedagang asongan ada sekitar 15 dan lainnya membuka aneka permainan. Tiwul ini makanan klangenan dan selalu dicari pengunjung saat di Bukit Cinta,” ujar Komarudin.

Tampak Puji Wahyu Harjanti (45 th), guru SMPN 1 Klaten, mengaku senang bisa singgah di Bukit Cinta bersama Khoirun Nisa (kelas 3 SMAN 1 Jogonalan) dan Alvian Restu Maulana (kelas 1 SMPN 1 Klaten), dengan menikmati tiwul dan makan duwet.

“Duwet ini buah yang unik dan kalau mampir ke Bukit Cinta ini pasti cari duwet. Selain itu juga tiwul yang menyenangkan dan mantap. Tiwul ini non kolesterol dan makanan khas yang langka dijual di Kota Klaten,” ujar Puji Wahyu yang asli Wiro, Bayat. (aha)

Caption Foto Atas:
Mbah Ngadinah sedang melayani pembeli tiwulnya di obyek wisata Bukit Cinta Watu Prahu, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat, Klaten, Minggu pagi (30/9/2018). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *