“Semar Mbangun Kayangan” di Balai Kota Solo

Spread the love

SOLO – Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan” menghibur masyarakat yang bermalam minggu di Pendaphi Gedhe Balaikota Surakarta, yang di bawakan oleh dalang Ki AKBP Ridho Wahyudi dan Ki Bimo Sekti Nugroho.

Kegiatan dilaksanakan bekerjasama antara Peradilan, Dinas Kebudayaan dan BNN Kota Surakarta.

Kegiatan di buka oleh ketua Pepadi Kota Solo di lanjutkan dengan Kepala Dinas Kebudayaan mewakili Walikota Surakarta.

“Pegelaran Wayang Kulit merupakan agenda rutin bulanan PEPADI dalam rangka mengejawantahkan visi dan misi Pemerintah Kota Solo,” kata Ketua PEPADI Kota Surakarta Prof. Dr. Sarwanto, S.Kar., M.Hum, belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut Kepala dinas kebudayaan menyerahkan wayang kulit semar kepada Kepala BNNK Surakarta yang menjadi dalang sebagai pembuka dilaksanakannya wayang kulit.

“Harapannya mangajak kepada seluruh seniman utamanya dalang dan seniwati untuk menjahui penyalahgunaan narkoba dan ikut mengkampanyekan tolak narkoba di setiap pertunjukan, dan ini bentuk dari upaya percepatan P4GN dari komunitas seniman surakarta, mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” ungkap AKBP Ridho Wahyudi, SH.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Kinkin Sulthanul Hakim menyatakan “Terimakasih atas antusiasme masyarakat kota Surakarta yang masih mencintai seni wayang kulit,” ujarnya.

Dalam pagelaran ini, dihadirkan Sindhen Sunyahni yang memukau kurang lebih 500 penonton dan membuat suasana menjadi “gayeng”.

“Inti cerita semar mbagun kahyangan, Semar ingin mengembalikan jati diri dari pemimpin yang sudah lupa akan amanat rakyat. Adapun sekar jati wasesa hanyalah simbol dari kebajikan yang seharusnya pemimpin selalu mengedepankan kepentingan rakyat sedangkan sekar wijaya kusuma adalah simbol kehidupan manusia,” ungkap AKBP Ridho Wahyudi, SH penyaji lakon Semar Mbangun Kayangan.

 

Sementara itu, Rustomo Widodo Muktiono, S.Sn sebagai Guru SMKN 8 Surakarta dan pengurus PEPADI bidang LITBANG berharap supaya kesenian wayang semakin ngrembaka.

“Semoga semakin dicintai rakyat Jawa dan Indonesia pada umumnya,”harapnya.

Salah satu penonton Agung Sudarwanto, Pesan yang disampaikan dalam lakon Semar Mbangun Kahyangan.

“Untuk mencapai Pembangunan yang diharapkan perlu diseimbangkan antara pembangunan lahir dan pembangunan batin. Pembangunan lahir diwujudkan pembangunan fisik yang merata di berbagai daerah. Pembangunan batin dalam upaya pembentukan mental, spiritual, moralitas bangsa yang perlu digarap,” pungkasnya,

COSMAS/Jatmiko, pegiat wayang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *